Rabu, 14 November 2012

Puasa khusus di Hari Jum'at itu Makruh



Assalamu'alaykum,

“Sesungguhnya hari Jum’at itu adalah hari raya kamu, maka janganlah kamu berpuasa padanya, melainkan bila kamu berpuasa sebelumnya (hari Kamis) atau sesudahnya (hari Sabtu).” (HR. Al-Baazar)

"Dimakruhkan menyendirikan puasa di hari jumat, sabtu atau ahad, sedang bila dikumpulakan dengan hari lain maka tidak makruh, makruh juga puasa DAHR (sepanjang tahun) kecuali di dua hari raya (idul fitri dan idul adha) dan hari-hari tasyriq (11, 12 dan 13 dzul hijjah) bagi yang dikawatirkan terjadi bahaya dalam dirinya atau terbengkalainya tanggung jawab yang wajib ataupun yang sunat.” Kitab Sirooj alWahaab I/146, saya dapatkan dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah.

Makruh menyendirikan puasa di hari jumat berdasarkan hadits riwayat Abu hurairah ra : Aku mendengar Nabi Muhammad shallaallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang diantara kalian menghususkan puasa di hari jumat kecuali digabung dengan hari sebelum atau sesudahnya.” (HR bukhori Juz II Kitab Shoum 62/1884)
Saya dapatkan dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah.

”Makruh juga menyendirikan puasa di hari sabtu atau ahad berdasarkan hadits riwayat Abdillah Bin basar dari saudara perempuannya ra. Bahwa Rasulullaah shallaahu alaihio wa sallam bersabda, “Janganlah kalian puasa di hari sabtu kecuali yang diwajibkan Alloh atasmu.” (HR Turmudzi Juz III Kitab shoum 43/744)
Saya dapatkan dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah.

Dan karena orang-orang yahudi menghormati hari sabtu dan orang nasrani menghormati hari ahad.
Namun dalam kesemuanya bila hari-hari tersebut tidak dipuasai secara sendiri dengan disambung bersama hari sebelum/setelahnya maka tidak lagi makruh begitu juga saat terdapat sebab/alasan menjalani puasa (Jumat, sabtu dan ahad) baik yang berupa sebab kebiasaan atau sebab karena nadzar.” -Fiqh al’Ibaadah- assyaafi’i I/156-
Saya dapatkan dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah.

Kisah di bawah ini hanya fiktif, ambil saja hikmahnya.

“Kakak perempuanku, kalau mengganti Puasa Romadhon itu biasanya di Hari Jum’at, karena harinya yang pendek,” kata seorang kawan kepadaku.

“Apakah sebelum hari Jum’at itu kakak perempuanmu berpuasa sebelumnya ?” tanyaku.
“Tidak, dia menggantinya hanya di hari Jum’at,” jawabnya.

“Sampaikan kepada kakakmu……” maka penjelasan di atas tadi yang tersampaikan kepada temanku.

“Iya, nanti saya sampaikan,” sanggupnya.