Minggu, 20 Januari 2013

Pemilihan Mas Kawin


"Bagaimana cara menentukan besarnya mas kawin Mas Don? Kadang aku bingung harus memberinya apa, takut terlalu kecil, takut terlalu besar."
Sebaiknya kamu tanyakan kepada calon mempelai wanita Den Bagus. Ia mau diberi mahar apa. Jika kau tak sanggup memenuhinya, maka berilah sesuai kemampuanmu.

“Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad)
“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)

Dari guru ngajiku,
“Jika seorang wanita bisa dinikahi dengan mahar ngasal, seadanya, itu berarti ada yang tidak beres dengan agamanya. Seorang perempuan yang bagus agamanya, harus ditebus dengan mas kawin yang mahal. Harus dihargai tinggi. Itu adalah salah satu penghormatan kepadanya dan kepada keluarganya.”


Hukum mas kawin adalah wajib bagi suami terhadap isteri. Kewajiban mas kawin atau mahar ini berdasarkan dalil al-Qur'an dan hadits diantaranya firman Allah yang berbunyi :
“Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah mas kawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban.” (Q.S. al-Nisa' : 24)

Begitu juga dalam ayat selanjutnya : "Kawinilah mereka dengan seijin keluarga mereka dan berikanlah mas kawin mereka sesuai dengan kadar yang pantas, karena mereka adalah perempuan – perempuan yang memelihara diri." (Q.S. al-Nisa': 25)

Adapun mengenai batas-batasnya (maksimal atau minimal), mahar tidak mempunyai batasan. Suami boleh memberikan mas kawin kepada isterinya berapapun jumlahnya sesuai dengan kemampuan suami.


Seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur'an, biasanya itu yang dijadikan mahar bagi masyarakat Indonesia umumnya, entah terpengaruh film atau seperti apa. Dengan pemberian alat sholat, ada kesan jika mempelai wanita belum benar sholatnya. Jika memberinya Al-Qur’an, toh ia mempunyai Al-Qur'an kesayangan mungkin, yang biasa ia baca. Atau bahkan pemberian dari orang tuanya.


2 komentar:

  1. kalau 'Khataman Al-Quran' bisa nggak sih untuk jadi mahar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak tahu kalau khataman Al-Qur'an diperbolehkan atau tidak untuk dijadikan sebagai mahar. Yang diperbolehkan adalah mahar mengajarkan membaca Al-Qur'an (meskipun mempelai wanita sudah mengerti), mengajarkan semuanya atau hanya satu surat saja diperbolehkan dijadikan sebagai mahar.

      Hapus