Sabtu, 12 Oktober 2013

“Jika Air Kencing (masih) Keluar Ketika Sholat”


Jika air kencing kita masih keluar ketika sholat, meski setetes, meski dua tetes, itu berarti ketika kencing sebelum sholat, belum keluar semuanya. Belum ‘tertutup’ sempurna. Masih ada sisa.
Jika masih keluar ketika sholat, maka sholat kita batal. Tidak sah sholat kita jika kita teruskan.
Selain itu, celana dalam juga terkena najis. Jika sudah begitu, maka ya ganti celana dalam, wudlu lagi. Sholat lagi.
Air kencing (manusia) itu najis, dan wajib mensucikan tempat yang mengenainya baik itu badan, pakaian, wadah, tanah, atau selainnya.

“Cara mengeluarkan semuanya bagaimana Mas Don?”
Wah, kalau semuanya keluar ya gak bisa Den Bagus, pasti masih ada sisa di Kantung Kemih. Yang kita keluarkan yang ada di salurannya itu Den Bagus, di saluran kelamin itu, harus dikeluarkan semua tanpa ada sisa.

“Lha terus bagaimana?”
Caranya seperti ini,
Pertama, setelah kencing (biasanya laki – laki berdiri, sebaiknya jongkok seperti perempuan,
selain supaya tidak banyak cipratan, juga untuk “menutup” saluran kencing lebih rapat, supaya tidak ada yang menetes selanjutnya)
Jongkoklah seperti waktu BAB. Lalu tarik kaki kiri ke bawah sebagai tumpuan. Jadi, kaki kiri dan tubuh hampir 90 derajat (masih jongkok menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan).
Posisi ini mirip posisi foto pemain sepak bola sebelum pertandingan dimulai yang ada di bawah itu lho Den Bagus. Yang mereka foto tim dulu sebelum main.

Setelah itu, lompat lah kecil – kecil (posisi masih jongkok). Lompatan kecil – kecil ini untuk mengeluarkan sisa air kencing yang belum dikeluarkan dan menutup saluran kelamin.

Dan, ini bagian pentingnya...
Berdehamlah 3 kali atau lebih dengan bilangan ganjil. Berdeham itu ya sengaja batuk – batuk Den Bagus. Berdeham ini masih dalam posisi jongkok Den Bagus.

“Tok Cer ra Mas Don?”
“Ya namanya usaha Den Bagus, Sampean coba saja dulu”
Kesembuhan itu yang memberikan adalah Alloh. Obat, terapi, dan cara itu adalah perantara.

Jika ‘percobaan pertama’ masih sering keluar, jangan bosan untuk mencobanya lagi.
Seperti mendekati wanita kae lho Den Bagus. Jangan gampang Menyerah. Hehe.
“Jika berdeham/sengaja batuk saja Mas Don? Dan tetap berdiri ketika berdeham bagaimana?”
Bisa – bisa saja, tapi itu masih bisa keluar Den Bagus Air kencingnya.
Berdehamlah sambil posisi jongkok.

“Jika melakukan yang sampean sebut tadi tetap saja keluar Mas Don?”
Pijitlah kelamin sampean dari bawah. Ya, dari bawah, bukan dari atas. Gunakanlah tangan kiri sampean untuk memijitnya.

“Perempuan juga sama Mas Don?”
Eh, Mbak Ayu. Jadi malu ini saya, hehe.
Ya, sama Mbak Ayu, gunakan tangan kiri dan pijitlah dari bawah. Itu untuk mengeluarkan yang sisa – sisa.

Jika ada kasus lain yang ingin ditanyakan terkait air kencing ini, silahkan sampaikan via inbox. Jangan di komentar ya. Hehe....

“Tumben sampean abis Magrib Mas Don? Biasanya abis Isha”
Haha, ya gak apa – apalah sekali – kali.

Semoga bermanfaat.



5 komentar:

  1. pak, kencing jongkok kaki sama betis masih kecipratan sama air kencing, gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sarankan, ketika kencing jongkok lepas celana. Kemudian setelah selesai kencing, basuh kaki sama betis dengan air suci karena saat kencing, ada cipratan - cipratan air kencing mengenai kaki atau betis. Oleh karena itu harus dibasuh dengan air suci.

      Hapus
  2. Saya pak pas udah kencing aman
    Lah seelah 1mnit klamin saya mengecil baru kluarlah satu tetes air�� itu bagaimana don?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu adalah sisa - sisa air kencing. Maka ganti celana dalam jika sisa - sisa itu mengenai celana dalam, karena pakaiannya kena najis. Kemudian sucikan kelamin. Lalu wudlu seperti biasanya. Saran saya, setelah kencing selesai, kelamin diurut untuk mengeluarkan yang sisa - sisa itu, ditambah berdeham 3 kali.

      Hapus
  3. ternyata bukan saya aja yg punya kelainan kaya gitu

    BalasHapus