Minggu, 14 September 2014

Cara Mencuci Pakaian Kena Najis


“Bagaimana caranya supaya suci Mas Don?”
Ambil/ciduk air suci Den Bagus. Lalu siramkan air itu ke pakaian kena najis dan bersihkan sampai suci. Boleh dengan air saja, boleh ditambah sabun/deterjen. Dari atas sampai bawah. Supaya aliran air langsung jatuh ke bawah dan langsung mengalir ke selokan. Sampai hilang najisnya.

“Apa boleh direndam dan dikucek di bak air atau yang lainnya?”
Tidak boleh. Merendam pakaian yang kena najis tidak membuatnya menjadi suci. Bahkan membuat semua pakaian kena najis semua. Karena najis kena air, maka najisnya menyebar dan mengenai pakaian semuanya. Walaupun dikucek, najisnya masih di situ. Meskipun air rendaman dibuang, pakaian tetap belum suci. Karena bak air itu kurang dari 2 qullah.

Boleh dengan cara direndam dan dikucek sampai hilang najisnya selama airnya 2 qullah/lebih. Dua qullah air itu menurut Imam Nawawi +/- 174,58 Liter sedangkan menurut Imam Rofi'i +/- 176,245 Liter.
(Keduanya adalah Ulama Madzhab Syafi’i).

Jadi boleh direndam dan dikucek di danau, sungai mengalir, dan wadah yang lebih dari 2 qullah itu. Kalau direndam dan dikucek/dibersihkan di bak air yang umumnya dipunyai oleh rumah tangga, maka belum bisa mensucikan pakaian.

“Berarti dicuci di mesin cuci juga tidak bisa mensucikannya ya Mas Don?”
Tidak bisa. Mencuci/mensucikan pakaian najis dengan mesin cuci belum menjadikan pakaian itu suci. Karena ukuran penampungan air di mesin cuci kurang dari 2 qullah.

Kalau sebelum dicuci dengan mesin cuci, bersihkan dulu/bilas dulu sampai najisnya hilang dengan basuhan air suci yang air bekas basuhannya itu mengalir langsung ke bawah/selokan sehingga tidak akan mengenai kembali pakaian. Baru kemudian boleh dicuci dengan mesin cuci karena pakaiannya sudah suci.
Tapi ngemeng – ngemeng, kalau sudah suci kenapa dicuci lagi. *Jiaaahhhhh....

“Kalau mensucikannya dengan kran air yang mengalir, apakah jadi suci Mas Don?”
Boleh dan menjadikannya suci jika najisnya hilang danair bekas basuhan itu langsung mengalir ke selokan. Tidak mengenai pakaian itu.
Kalau di bak air, mesin cuci, kan ya najisnya bercampur dengan air dan di situ. Airnya dibuang ya tetap ada najis yang masih menempel di pakaian.

Pakaian najis itu ya termasuk celana dalam yang terkena air kencing. Misalnya ketika buang air kecil, setelah buang air kecil masih mengeluarkan setetes dua tetes/ lebih maka itu sudah pakaian najis. Disucikannya juga harus dipisahkan dengan pakaian yang biasa dipakai.

“Berarti membilasnya dari atas ke bawah tadi supaya najis yang lepas dari pakaian tidak menempel lagi di pakaian ya Mas Don? Supaya jatuh ke bawah langsung bersama air.”
Ya Den Bagus. Seperti itu. Kalau direndam/dikucek/dengan mesin cuci, ya najisnya akan ‘mulek’ di situ. ‘Mulek’ adalah kata dalam bahasa Jawa.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

Sabtu, 13 September 2014

Tata Cara Mengangkat Telunjuk ketika Tasyahud


Posisi tangan kiri seperti nomor 1. Ujung jari sejajar dengan lutut diletakkan di atas paha. Tidak sampai memegang lutut. Membeberkan semua jari. Tidak saling menempel, tidak terlalu renggang. Biasa saja.

Sedangkan posisi tangan kanan menggengggam, kecuali telunjuk. 
Telunjuk tidak ikut menggenggam. Telunjuk dikeluarkan dari genggaman seperti nomer 2. Posisi ini sejak awal duduk tasyahhud, tangan kanannya sudah menggenggam seluruh jari-jari selain telunjuk. Baik tasyahud awal ataupun akhir.

Ketika sampai pada ‘Asyhadu alla ilaha illalloh’, telunjuk digerakkan dan diangkat ketika membaca hamzah pada lafald ‘illalloh’. Satu kali. Tidak digerak – gerakkan lagi, tidak jatuh lagi. Tidak dikembalikan tunduk lagi. Tidak digerakkan turun lagi. (Kitab Fatkhul Mu’in).

Jadi diangkat terus dipertahankan seperti itu (posisi 3). Tidak terlalu ke bawah, juga tidak terlalu ke atas, sekirangnya menunjuk ke arah kiblat.

Jika dilihat dari atas (posisi 4), sekiranya ujung telunjuk sejajar dengan lutut. Sedangkan ketika selesai tasyahud awal/akhir , maka posisi seperti nomer 5. Baru kemudian ia berdiri untuk roka’at 3 / mengucapkan ‘Assalamu’alaykum warohmatulloh’ untuk salam. Jika makmum masbuk, sebelum berdiri untuk menggenapi roka’at yang kurang, maka diturunkan dan dibeberkan jari jemari kanannya, baru ia berdiri menggenapi kekurangan roka’at.

“Kalau telunjuknya struk/lumpuh/ cacat tidak punya jari telunjuk,
bagaimana Mas Don?”
Bila Jari telunjuk kanan tidak dapat digunakan untuk berisyarat saat tahiyat, maka jangan memakai jemari-jemari lainnya, baik jemari tangan kanannya atau tangan kirinya, karena yang demikian hukumnya makruh Den Bagus.

“Mas Don, ada yang bilang, ketika mengangkat telunjuk, mata kita sambil melirik ke arah telunjuk, apa begitu?”
Ya. Sunnah mata kita melirik ke arah telunjuk saat telunjuk digerakkan/diangkat. (Kitab Fatkhul Qorib).
Menfokuskan pandangan mata pada jari telunjuk yang sedang terangkat hingga akhir bacaan tasyahhud awalnya atau hingga salam dalam tasyahud akhir.

Sumber: Kitab Fathul Qorib dan Fathul Mu’in.
Madzab: Imam Syafi’i.
Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.

Jika Nama Nabi Muhammad Disebut


Ketika saya ke Surabaya, berangkat dan pulang, selalu ada penjual buku yang menawarkan dagangan kepada penumpang bis.Ketika berangkat, saya disodori buku kumpulan sholawat. Ketika pulang, saya disodori buku yang sama -kumpulan sholawat- dan buku adzab kubur. Ngeri kali buku yang kusebut terakhir. Beda penjual. Mungkin ini pertanda saya disuruh banyak – banyakin sholawat.

Kemudian di antara banyak lembaran buku itu, terbukalah halaman yang kubuka ngawur. Kuarahkan mataku ke sebuah hadist yang saya masih ingat benar.
Aisyah bertanya kepada Rosululloh, “Siapakah yang bakhil itu?”
Jawab Rosululloh, “Ialah orang yang tidak membaca sholawat jika mendengar namaku disebut orang.”
Hanya satu hadist itu yang kudapat dari buku itu, sebelum penjualnya menarik bukunya kembali. Aku tak beli.


“Menjawabnya bagaimana Mas Don?”
Menjawabnya adalah membaca sholawat Den Bagus. Bisa ‘Allohumma sholli ‘ala (sayyidina) Muhammad, Allohumma sholli wa sallim ’ala Muhammad, atau bisa yang lainnya selama masih dalam konteks sholawat kepada Nabi Muhammad.

"Mas Don, apa benar di hari jum'at itu sebaiknya dibanyakin membaca Sholawat?"
Iya Den Bagus, banyakin sholawat di hari jum'at.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.

Shof Sholat


“Mas Don, bolehkah membuat shof baru tapi shof depan belum terisi penuh?” Makruh Den Bagus membuat shof baru tapi shof depan belum penuh. Dipenuhi dulu shof depan, baru membuat shof baru. Kecuali jika sudah tersisa sempit sekali, ya tak perlu dipaksakan.

“Memulai shof barunya dari mana Mas Don?”
Lebih baik memulai shof baru dari tengah Den Bagus, lurus belakangnya Imam. Lalu disambung ke kanan atau ke kiri. Mulailah dari tengah lurus belakangnya imam.

“Apakah jama’ah perempuan sama juga Mas Don?”
Ya, sama. Mulailah dari yang paling dekat dengan imam. Baik letak jama’ah perempuan di belakangnya jama’ah laki – laki, atau di sampingnya, atau di pojok dari sebuah masjid, mulailah dari yang paling dekat dengan imam.

“Mas Don, jika di tengah – tengah sholat ada jama’ah batal lalu ia keluar dari shof, harus bagaimana?”
Tunggulah sampai ada jama’ah shof belakang maju memenuhi tempat yang ditinggalkan itu. Caranya seperti menutup barisan. Kaki kanan maju-kaki kiri maju – berhenti.
Kalau masih belum cukup, maka tambahi kaki kanan maju – kaki kiri maju-berhenti. Begitu caranya. Harus ada berhenti atau jedanya. Ini ketika sholat masih berlangsung (ketika berdiri). Begitulah caranya maju mengisi shof.

Jika sampean tunggu kok tidak ada yang maju mengisi shof yang ditinggalkan, otomatis jama’ah shof yang kosong itu merapatkan ke arah mendekat imam. Caranya sama juga. Hanya 2 gerakan. Kaki kanan dan kaki kiri atau sebaliknya, lalu berhenti.

“Kalau jama’ah perempuan di samping jama’ah laki – laki bagaimana Mas Don?” Boleh dan tetap sah sholat jama’ahnya. Tapi yang perlu diperhatikan, jika jama’ah perempuan di samping, shof pertama jama’ah perempuan harus lebih belakang dibanding shof pertama jama’ah laki – laki.

“Shof mana yang paling bagus Mas Don?”
Bagi laki – laki, shof pertama yang paling bagus.
Bagi wanita yang sholat jama’ah dengan laki – laki, yang paling bagus shof wanita adalah yang paling belakang. TAPI BUKAN BERARTI TIDAK MAU MAJU KE SHOF DEPANNYA JIKA KOSONG.

Bagi wanita yang sholat jama’ah dengan wanita saja, maka shof yang paling bagus adalah shof pertama. Begitulah keterangan dari Imam Nawawi yang saya dapatkan Den Bagus.

Shof perempuan di samping laki – laki itu ada ceritanya.
"Piye ceritane Mas Don?"
Zaman dahulu kala, shof wanita itu letaknya di belakang shof laki – laki. Karena masjid/mushola kebanyakan pintu masuknya hanya satu, yaitu di depan, maka jama’ah laki – laki yang telat itu pada terburu – buru sehingga menimbulkan kegaduhan, baik langkah ataupun yang lainnya.

Yang kegaduhan itu mengganggu khusu’nya jama’ah perempuan. Biasanya kan kaum laki – laki sholatnya PADA MASBUK.
Makanya masuknya mereka yang melewati jama’ah perempuan itu mengganggu ketika di tengah – tengah sholat. Lalu jama’ah perempuan diletakkan di samping. Kanan atau kiri tetap sah sholat jama’ahnya.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.

Melewati Tempat Sujud Orang yang Sholat


“Bolehkah melewati tempat sujud orang yang sedang sholat Mas Don?”
Tidak boleh Den Bagus. Haram hukumnya. Tunggulah sampai selesai ia sholat, baru kau boleh melewatinya.

“Kalau kita sedang sholat, lalu ada orang yang melewati tempat sujud kita, apa yang kita lakukan Mas Don?”
Halangi dengan satu tanganmu, baik ketika berdiri atau ketika duduk. Meskipun kau sedang sholat, gerakan satu tanganmu satu kali untuk menghalangi ia lewat. Itu mencegah keharaman.

Jika sampean sudah melakukannya, tapi orang itu tetap menerobos, ya sudah. Yang penting sampean sudah mencegahnya. Menghalangi orang lewat bisa dilakukan jama’ah sampingnya atau ia sendiri yang sedang sholat.

“Apakah sama baik tempat sujud imam maupun makmum Mas Don?”
Sama, baik imam, makmum, maupun ketika ada yang sholat sendirian. Sama tidak boleh melewatinya.

“Kalau ada yang sholat sendirian, kita mau leawat, bagaimana Mas Don?”
Lewatlah kira – kira di tempat yang melebihi ia sujud. Jadi ambil jalan yang lebih dari ia sujud. Lebih jauhkan dari tempat ia sujud.

“Bararti lebih baik kalau sholat sendirian, diberi sutrah/pembatas ya Mas Don?”
Ya, lebih baik seperti itu jika sholat sendirian. Sutrah bisa tiang masjid, tembok, sajadah, tas, baju, atau benda yang bisa dibuat untuk itu. Supaya memberitahu batas tempat sujudmu antara kau berdiri sampai sutrah. Sehingga boleh orang lewat di depan sutrah. Kalaupun tidak ada sesuatu untuk dibuat sutrah, ya tidak apa – apa. Kalau mau lewat di depan orang sholat, maka ambillah jalan yang lebih dari tempat ia sujud.

“Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat” (HR.Bukhori dan Muslim).

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Ingin Puasa Syawal, tapi Masih Punya Hutang Puasa Romadhon


"Kalau masih punya Hutang Puasa Romadhon, bolehkah Puasa Syawal?
Apakah Puasa Syawal harus 6 Hari berturut - turut Mas?"

Jika orang itu masih punya hutang puasa romadhon tapi ia puasa syawal, maka ia tidak mendapatkan keutamaan puasa syawal. Karena syarat untuk mendapatkan keutamaan puasa syawal adalah ia telah menunaikan semua puasa romadhon - dengan kata lain - ia tidak punya hutang tanggunganpuasa romadhon.

Jika masih ada hutang puasa romadhon, maka segera disahur/diganti dan baru puasa syawal jika ingin mendapatkan keutamaan puasa syawal.
Bagi wanita haid, orang yang sakit, segerakan saja qodho puasa romadhon di bulan syawal. Lalu puasa syawal setelah itu.

"Memangnya apa keutamaan puasa syawal Mas Don?"
'Barang siapa berpuasa Romadhon kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun'
(HR. Imam Muslim).

"Apakah puasanya harus berturut - turut 6 Hari Mas Don?"
Yang paling utama adalah 6 hari setelah hari raya idul fitri. Yaitu tanggal 2,3,4,5,6,7 Syawal - Menurut Madzhab Syafi'i dan Hanafi-.
Jika kita belum bisa melaksanakan di hari itu, maka boleh melaksanakannya di selain itu. Selama masih syawal. Boleh dikerjakan berurutan, boleh dikerjakan dipisah - pisah. Asalkan tidak di hari Jum'at saja ia berpuasa. Karena puasa di hari Jum'at saja adalah haram.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don...

Senin, 04 Agustus 2014

Jadilah Dirimu Sendiri


Jadilah dirimu sendiri.
Kalau biasa SMS, ya SMS saja. Tak usah mati - matian berusaha beli HP canggih supaya bisa WAan hanya karena sebab orang yang kau suka memakai WA.

Jadilah dirimu sendiri.
Banyak orang putus pacarannya, banyak orang putus tunangannya, banyak orang batal Sisetannya, banyak orang cerai karena tidak menjadi diri sendiri. Jadilah dirimu sendiri sejak awal.
Maka kau akan mendapat 
kejujuran.
Jadilah dirimu sendiri.
Jika bisanya sholat dhuha, ya sholat dhuhalah. Istiqomahlah.
Jika bisanya sholat rowatib, ya sholat rowatiblah. istiqomahlah.
Jika bisanya sedekah, ya sedekahlah. istiqomahlah.
Jika bisanya ngajar ngaji, ya ngajar ngajilah. Istiqomahlah.

Jika bisanya dzikir setelah sholat fardhu, ya dzikirlah. Istiqomahlah.
Jika bisanya seperempat juz sehari, istiqomahlah.
Jika bisanya setengah juz sehari, istiqomahlah.
Jika bisanya satu juz sehari, istiqomahlah.

Kerjakan sesuai passionmu. Jadilah dirimu sendiri.
Sukur - sukur kalau bisa nambah lebih.

Agama ini mudah.
Kita tidak harus menunaikan semua ibadah sunnah.
Cukup sesuai passion kita, sesuai kemampuan kita.
Meskipun sedikit, tapi dilakukan saban hari. Terus menerus.

Jangan sekali mengerjakan langsung banyak, nanti bisa capai, nanti bisa bosen. Santai saja. Maka kerjakan sesuai dirimu sendiri. 
Asal sedikit tapi ajeg (Bahasa Indonesia: Teratur).
Jadilah dirimu sendiri.

Salam Hangat, dari Mas Don.

Isteri Sholehah


"Isteri Sholehah itu yang seperti apa Mas Don?"
Yang jika suaminya pulang ke rumah tanpa nafkah, ia tidak mengeluh, ia tidak menggerutu. Bahkan ia bersyukur suaminya bisa pulang ke rumah dengan selamat. Dan ia mendoakan suaminya supaya esok hari dimudahkan dalam mencari nafkah.
Yang kalau suaminya tidak ada di rumah, ia menjaga harta dan keturunannya, ia tidak memasukkan laki – laki lain ke dalam rumah.
Yang kalau suaminya tiba di rumah, isterinya tidak tidur kecuali sakit.
“Kenapa begitu Mas Don?”
Masa suami tiba di rumah, isteri tidur. Lha wong suaminya pengen dilayani. Dipijeti, digawekne kopi opo teh ngono kan yo iso. Lha iki kok malah turu.
Yang menjaga aurot.
Yang jika sholat di mushola/masjid ia iziin suaminya.
Yang jika ia keluar rumah ia izin suaminya.
Yang jika suaminya menginginkannya, ia tidak menolak. Ia tidak pura – pura lelah. Ia tidak pura – pura Haid. Ia tidak pura – pura tidur.
Yang kalau suaminya menginginkannya, ia segera meninggalkan ibadah sunnahnya.
Repot urusannya kalau suami menginginkan isterinya sedang isterinya masih membaca Qur’an. “Sebentar suamiku, kurang setengah juz lagi.”
Lhah, isteri macam apa itu. Repot urusannya.
Yang kalau suaminya menginginkannya, ia segera meninggalkan urusannya. – kecuali ibadah wajib-
Yang ketika isteri akan puasa sunnah, isteri ijin suaminya.
“Kenapa harus ijin Mas Don?”
Karena siapa tahu suami menginginkan isterinya di siang hari.
Yang jika suami mau memberi makanan ke tetangga, isteri tidak menghalang – halangi.
Yang kalau suaminya mau sedekah, ia tidak menghalang – halangi dengan alasan kebutuhan lain belum terbeli.
Yang kalau suaminya membiayai biaya rumah sakit orang tuanya, isterinya tidak menghalang – halangi dengan alasan kebutuhan ini itu belum terbeli.
Yang sabar atas perangai buruk suaminya – dan ia tidak menceritakan keburukan suami dan rumah tangganya ke orang lain.
 “Kalau isteri yang rajin sholat, rajin puasa itu bagaimana Mas Don?”
Itu namanya isteri rajin ibadah. Yang seperti itu banyak Den Bagus.
 “Apakah isteri sholehah itu harus baik ibadahnya dulu?”
Tentu, harus baik ibadahnya dulu, sholatnya gak bolong. Segera qodho puasa romadhon. Dan ibadah – ibadah wajib lainnya. Baru bisa menjadi isteri sholehah.
Semoga kita dipasangkan dengan isteri sholehah.
“Aamin Mas Don.”

Salam Hangat, dari Mas Don.

Kasihan Orang NU


Kasihan Orang NU.
Dulu, banyak yang kuat nderes Qur’an Berjuz – juz sehari. Sekarang, malah kuat nderes artikel murahan di Internet.
 
Dulu, kuat nyimak kataman Qur’an. Sekarang? Nyimak Tweet, nyimak Wasap, nyimak Lain, nyimak BBM.

Kasihan Orang NU.
Gak Hafal Yasin kalau suruh hafalin sendiri.
 
Hafalnya kalau dibaca rame – rame – pas yasinan.

Kasihan Orang NU
Orang yang mati malah diurusi, orang yang hidup malah diabaikan.
Masih banyak yang fakir miskin. Masih banyak kaum melarat.

Kasihan Orang NU
Sudah nyumbang buat pembangunan mushola – masjid,
 
e malah dibilang gak peduli sama anak yatim. Ah, itu cuma kata orang.

Kasihan Orang NU
Masjid yang mereka dirikan, tanah tanah mereka, bangunannya mereka yang mendirikan, e tiba – tiba masjid yang diurusi orang NU diambil alih oleh golongan radikal, golongan yang sukanya mengafirkan umat muslim lainnya, dan juga golongan yang memaksakan kehendak.
 
Padahal sama – sama muslim.
 

Kasihan Orang NU
Setiap hari menjawab tuduhan qunut, yasinan, tahlilan, slametan, salaman setelah sholat. Dan gara – gara itu mereka lupa Ibadah. Lupa sholat sunnah. Lupa Puasa sunnah. Malah disibukkan menjawab tuduhan.
Setiap hari memberi klarifikasi qunut, yasinan, tahlilan, selametan.
Dan karena itu malah lupa ibadah buat diri sendiri.

Kasihan Orang NU
Dulu kuat nderes berjuz – juz sehari, sekarang yang dideres malah artikel.
NU 50 tahun lagi? Alah embuh, 25 tahun lagi saja alah embuh.

Yang penting, jangan lupa, Salam Hangat, dari Mas Don.

"Kasihan orang NU (orang Islam),
Setiap hari membahas furu'iyyah,
Kapan mau sukses jadi seniman, pemikir, serta peneliti di bidang lain yang juga ilmiah?" tanya Mas Shofi.

Senin, 30 Juni 2014

Sholat Lupa Wudlu Sholat Lupa Mandi Besar


“Bagaimana kalau sholat lupa wudlu atau sholat lupa mandi Janabah (mandi untuk menghilangkan hadast besar) Mas Don?”
Tidak sah sholatnya, harus bersuci dan mengulangi sholatnya.

Siapa yang sholat tanpa wudu karena lupa-tanpa mandi janabah karena lupa, wajib baginya mengulang shalatnya, berdasarkan sabda Rasululloh SAW,
"Alloh tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian apabila dia berhadats sebelum berwudu."
(HR. Bukhari, dari Abu Huroiroh)

Meskipun lupa, maka sholatnya tidak sah. Harus bersuci kemudian mengulangi sholatnya.
“Jika ingatnya sudah waktu sholat yang selanjutnya bagaimana Mas Don?”
Misal, sholat dhuhur dia belum wudlu tapi ia sholat dhuhur. Kemudian ketika masuk ashar, ia ingat kalau dhuhur belum wudlu, maka ia sesegera mungkin sholat dhuhur di waktu ashar. Lebih cepat lebih baik. Begitu juga jika ia lupa mandi janabah.

Misal ia mimpi basah malam hari. Kemudian ketika subuh, ia wudlu saja, lupa mandi janabah. Maka ia harus mandi, wudlu lagi, dan mengulangi sholatnya.

Begitu juga untuk wanita Haid. Setelah suci ia lupa mandi, kok tiba – tiba langsung wudlu langsung sholat, maka ia harus mandi dulu dan mengulangi wudlu dan sholatnya.

“Meskipun itu ingatnya ketika sore Mas Don?”
Ya, meskipun itu ingatnya sore. Prinsipnya, ia mengganti sholat yang dilaksanakan selama ia belum wudlu atau belum mandi janabah itu.

“Kalau lupa sholat bagaimana?”
Kalau lupa sholat, maka ia harus menyegerakan sholat setelah ia ingat. Wajib Qodho sholat.
Jika ia sengaja meninggalkan sholat, maka ia berdosa dan tetap wajib qodho sholat.

Sumber: Kitab Safinatunnajah.
Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

Kerja Tapi Harus Lepas Kerudung


"Calon saya itu kalau kerja, kerudungnya dilepas Mas Don."
Keinginannya sendiri apa disuruh perusahaannya?
"Disuruh perusahaannya Mas Don. Wajib lepas kerudung. 
Enggak boleh kalau kerja pakai kerudung."

Memangnya sampean sudah mantap mau nikah dengannya?
"Sudah Mas Don, dan kata calonku kelak setelah menikah,
dia ingin tetap bekerja di tempat itu."
Tetap melepas kerudungnya berarti?
"Iya Mas Don. Sebaiknya bagaimana?"
Jika setelah menikah, ia tetap ingin bekerja di situ, dia tetap melepas kerudungnya, maka tinggalkanlah ia. Batalkan percalonanmu itu.
Karena ia menggadaikan syariatnya hanya untuk urusan perut.

Beda jika setelah menikah, ia mau keluar dari tempat kerja itu, maka nikahilah. Jika ia tetap bersih keras kerja di situ setelah menikah,
Maka tinggalkanlah.

-Memangnya sampean sudah mantap mau nikah dengannya?-
Salam Hangat, dari Mas Don.

Pesta Pernikaha, Mempelai Tetap Wajib Sholat


Pernah saya jumpai, mempelai wanita tidak sholat hanya karena sudah Make up. Sudah memakai baju pengantin. Repot melepasnya atau apalah.
Sehingga mempelai wanita tidak sholat. 
“Jangan – jangan mempelai laki – laki juga seperti itu Mas Don.”

“Mau wudlu takut bedaknya luntur, takut dempulannya luntur, make up ulang Mas Don.”
Iya Mbak Ayu, Geleng – geleng saya. Ada juga yang meninggalkan sholat karena setelah pesta pernikahan, masih ada banyak tamu. Pesta pernikahan, atau acara apapun, tidak menghilangkan kewajiban sholat. Hanya gila, hilang akal, murtad, dan kematian yang menghilangkan kewajiban sholat.

Pun juga mempelai wanita itu tidak termasuk orang yang berpergian, karena umumnya mempelai laki – lakilah yang ke rumah mepelai wanita.
Jadi tidak bisa sholatnya jama’/qoshor/jama’ qoshor. Apalagi alasannya Cuma make-up, sudah terlanjur memakai gaun, tidak bisa jama’/qoshor/jama’ qoshor.
Yang dibolehkan itu jika mempelainya menempuh lebih dari 88,5 km, baru ia boleh jama’/qoshor/jama’ qoshor. Termasuk tamu undangan juga sama. Jika belum mencapai itu, ya tidak bisa jama’/qoshor/jama’ qoshor.

Apalagi kalu mempelai wanita berbohong Haid ketika Itu supaya tidak ditangan – tanya tentang sholat. Supaya pas pesta gak ditanya2 sudah sholat apa belum. Dalih Haid.

Penikahannya sudah dimulai dengan kebohongan,
lha kok meminta rumah tangga yang SAMARA.
“Apa itu samara Mas Don?”
Sakinah Mawadah Warohmah Mbak Ayu. Hehe.

"Kalau dulu meninggalkan sholat ketika pesta pernikahan ia dan pasangannya, berarti harus segera diQodho ya Mas Don?"
Lha iya Mbak Ayu, harus segera diQodho.

Orang – orang itu mengerjakan sunnah tapi dengan cara yang haram.
“Kok bisa begitu Mas Don?”
Lha itu pernikahan itu kan sunnah rosul, menjamu tamu juga sunnah, tapi dilakukan dengan cara meninggalkan sholat, tapi dilakukan dengan cara berbohong. Kan yo haram Mbak Ayu. Dosa itu.
Sampean besok kalau menikah jangan begitu ya Mbak Ayu.
“Eh? Iya Mas Don, insyaAlloh.”
Mbak Ayu pun tersipu malu.

Salam hangat, dari Mas Don.

Wudlu dengan Make Up Masih di Wajah


“Wudlu dengan Make Up yang masih di Wajah itu apa Sah?”
Eh, Mbak Ayu lagi. Hehe.
Tergantung material Make up nya Mbak Ayu, misalnya waterproof atau tidak luntur ketika kena air, maka air wudlu itu tidak bisa menyentuh kulit. Jadi tidak sah. Apapun itu yang menghalang air wudlu ke kulit, maka menyebabkan tidak sahnya wudlu.

“Kalau bukan waterproof bagaimana Mas Don?”
Kalau bukan waterproof, atau yang biasa, bedak tabur, atau bedak padat, yang luntur kena air tembus air wudlunya ke kulit dan sah wudlunya. Karena luntur kalau kena air. Dan, selama membasuhnya rata dan semua dilunturkan sehingga air kena kulit dan rata.

Kalau bedaknya tipe yang luntur kena air tapi membasuhnya gak rata ya tetap gak sah.
“Apakah laki – laki juga perlu tahu Mas Don?”
Sebaiknya tahu Mbak Ayu, lha wong kelak nanti laki – laki menjadi seorang suami.
Lha pas isterinya kondangan, pas acara nikahannya sendiri, lha suami juga harus tahu kalau isterinya lupa.
Semoga Bermanfaat.
Materi ini dari seseorang yang kuliah di Purwokerto-Jateng.
Semoga kebaikan dari ini mengalir kepadanya.
“Aamiin Mas Don.”

Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

Onani Mastubarsi Ketika Puasa


“Apakah Onani/Mastubarsi ketika Puasa membatalkan Puasa Mas Don?”
Onani/mastubarsi MEMBATALKAN puasa Den Bagus. Baik bagi laki – laki maupun perempuan. Baik dilakukan dengan tangan atau dengan sesuatu barang. Baik dilakukan sendiri atau dilakukan dengan tangan orang lain. 

“Apakah ada denda/kafaroh dari perbuatan itu Mas Don?”
Tidak ada. Tapi dia wajib qodho karena puasanya batal.
Kalau onani/mastubarsi tidak segera diqodho hingga romadhan berikutnya, maka wajib qodho' dan kafarot.
Besar kafarotnya untuk yang belum diqodho sampai bertemu di bulan romadhon berikutnya, bisa dilihat di foto ‘Bab Qodho Puasa’.

“Kalau onani tapi tidak mengeluarkan mani bagaimana?”
Jika onani/mastubarsi tidak sampai keluar mani, maka tidak wajib qodho dan tidak ada denda/kafaroh untuknya.

“Apakah wanita juga mengeluarkan mani Mas Don?”
Ya, wanita juga.
“Lalu bagaimana hukum onani/mastubarsi sendiri Mas Don?”
Haram Den Bagus. Baik dilakukan di bulan romadhon, atau dilakukan di luar bulan Romadhon.

“Kalau meminta isterinya bagaimana?”
Jika meminta isterinya, hukum onani tidak haram.
Tapi tetap membatalkan puasa.

Pernah mendengar sabda Rasulullah SAW ‘Wahai para pemuda, apabila siapa diantara kalian yang telah memiliki ba'ah (kemampuan) maka menikahlah, kerena menikah itu menjaga pandangan dan kemaluan.
Bagi yang belum mampu maka puasalah, karena puasa itu sebagai pelindung’. Pernah mendengar hadist itu Den Bagus?
“Pernah Mas Don.”
Yasudah, banyakin puasa saja.

Sumber: Kitab Fatkul Qorib, Kitab Ianah Tolibin, dan Kitab Al-Umm juz 5 halaman 94 dalam bab Onani karya Imam Syafi’i.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

Mimpi Basah Ketika Puasa


“Apakah mimpi basah membatalkan Puasa Mas Don?”
Mimpi basah tidak membatalkan puasa. Baik di malam hari. Baik di siang hari. Baik wanita ataupun juga laki – laki. Karena bukan kehendak dan kemauannya.

Orang yang berpuasa, jika ia tidur dan kemudian bermimpi keluar mani, maka tidak batal puasanya, ia hanya wajib mandi untuk menghilangkan hadas besar.

“Kalau menunda mandi untuk menghilangkan hadas besar bagaimana Mas Don?”
Tidak apa – apa, tapi lebih baik disegerakan mandi.
Misalnya, ada orang mimpi mengeluarkan mani pada waktu setelah sholat subuh dan menunda mandi sampai masuk waktu sholat dhuhur, maka yang demikian tidak apa-apa, tapi lebih baik disegerakan mandinya.

Berbeda jika keluarnya mani itu sebab onani –yang sudah dibahas kemarin.

“Jika sebelum mimpi basah itu ia membayangkan yang hot, bagaimana Mas Don?”
Jika seperti itu sebelum tidur ketika puasa ia membayangkan yang hot lalu ia mimpi basah, maka pahala puasanya berkurang karena membayangkan yang hot tadi. Sedangkan puasanya tetap sah
.
“Wanita juga mengalami mimpi basah Mas Don?”
Ya, wanita juga mengalaminya.
Sumber: Kitab Fatkhul Qorib dan Kitab Ianah Tholibin.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.

Masbuk Sholat Traweh


“Kalau masbuk sholat traweh, apa boleh langsung mengikuti sholat trawehnya Mas Don?”
Tidak boleh. Ia harus sholat isya dulu. Jika ia datang ketika traweh, kemudian ia masuk shof untuk sholat traweh, maka sholat trawehnya tidak sah karena ia belum mengerjakan sholat isya.

“Jadi sia – sia ya Mas Don?”
Ya. Karena sholat traweh itu dikerjakan setelah sholat isya.
Maka, sholat isya lah terlebih dahulu terpisah dari shof.
Setelah usai barulah bergabung untuk sholat traweh.

Kalau sebelumnya sudah sholat isya di rumah/tempat lain, lalu masbuk sholat traweh di masjid./mushola, maka yang seperti itu boleh langsung sholat traweh.

“Kalau masbuknya ketika witir apakah sama Mas Don?”
Ya Den Bagus. Sama, tetap harus sholat isya dulu. Jika ia datang, kemudian witir tanpa sholat isya sebelumnya, maka witirnya tidak sah.

Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

Sholat Witir kan Sholat Penutup Malam, Apakah setelah Witir boleh Sholat Lagi?


“Sholat Witir kan Sholat Penutup Malam, Apakah setelah Witir boleh Sholat Lagi?”
Boleh Den Bagus. Biasanya sholat witir dihubungkan dengan sholat Tahajud. Jika witirnya dilakukan sebelum tidur, misal setelah sholat traweh pada umumnya, kemudian ia tidur, lalu bangun lagi, maka ia akan lebih baik sholat tahajud. Tapi tidak boleh witir.

“Kenapa tidak boleh witir lagi Mas Don?”
Karena witir harus dikerjakan satu waktu.
Kalau witir setelah traweh ya witir setelah traweh.
Kalau witir setelah tahajud, ya setelah tahajud.

Sayyidina Abu bakar & Sayyidina Utsman sholat witr sebelum tidur kemudian bangun untuk tahajjud.
Lalu kemudian Sayyidina Umar & Sayyidina Ali tidur, kemudian bangun kemudian sholat tahajjud dan witir.

Dalil awalnya “Jadikanlah akhir shalat malam kalian berupa shalat witir” (HR. Bukhari Muslim).
“Mas Don, kalau setelah bangun, lalu ia sholat witir baru sholat tahajud bagaimana?”
Boleh. Tapi lebih baik sholat tahajud dulu baru sholat witir.

Witir diakhir malam lebih utama bagi orang meyakini mampu bangun diakhir malam, dan melakukan witir sebelum tidur lebih utama bagi yang tidak yakin mampu bangun diakhir malam.
Syarah Nawawi ala Muslim.
Sholat witir sebagai penutup dari rangkaian sholat malam merupakan bentuk keutamaan, bukan persyaratan.

“Mas Don, kalau kita sholat traweh di masjid 8 roka’at, padahal kita meyakini shoalt traweh 20 roka’at, ikut witir mereka tidak apa ya berarti mas Don?”
Tidak apa – apa. Sholat traweh sesuai apa yang dilakukan imam. Kalau witir ya witir. Jadi 8 traweh+3 sekalian witir.

Kita ini Den Bagus, yang meyakini sholat traweh 20 Roka’at, jika sholat di masjid 11 roka’at, dan kita ingin menambahi jumlah rakaat jadi 20 roka’at, sebaiknya dilakukan di rumah. Tapi sampean jangan mengerjakan witir lagi, karena sampean sudah ikut witirnya ketika 11 roka’at tadi.
“Iya Mas Don, ya misalnya kita sedang di jalan ya Mas Don, mendapati masjid yang 11 roka’at.”

Iya Den Bagus. Ini tadi witir dihubungkan dengan tahajud, jika mau mengerjakan sholat lain setelah witir, misal sholat istikhoroh, sholat sunnah yang lain, maka yang seperti itu boleh.
Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

Jika Sholat Traweh Cepat


“Sholat Traweh Cepat, Bacaan Al-Fatihah Makmum Bagaimana?”

Tetap wajib di baca Den Bagus Al-Fatihah itu. Baik ketika sholat fardhu berjama’ah maupun sholat sunnah berjama’ah. Setiap makmum membaca Fatihah setelah imam selesai membaca Fatihah. Jadi setelah ‘Aamiin’ itu makmum baru baca Fatihah.

Jika makmum selesai membaca fatihah dan imam masih membaca surat, maka makmum mendengarkan bacaan surat pendek imam.
Makmum membaca surat pendek hanya ketika sholat dhuhur berjama’ah, ashar berjama’ah , sholat fardhu sendiri, dan sholat sunnah sendiri.

Namun, jika bacaan imam sangat cepat surat pendeknya, makmum belum selesai Fatihah dan imam sudah ruku’, maka makmum mengikuti ruku’ imam. Yang penting makmum sudah membaca Al – Fatihah meskipun itu sebagian dari Fatihah karena cepatnya imam yang membuat makmum tidak bisa menyempurnakan Fatihah, tapi yang lebih baik adalah menyempurnakan Fatihah.

Kalau sholat fardhu atau sholat traweh dengan kelajuan normal, sempurnakan Al-Fatihahmu Den Bagus. Termasuk, jika sholat traweh cepatpun, dan sampean masih bisa menyempurnakan Al-Fatihah, tentu itu lebih baik.

“Iya Mas Don. Apakah boleh ruku’ di akhir – akhir Mas Don untuk menyempurnakan Fatihah?”
Boleh.

“Apakah boleh Mas Don kita membaca Fatihah ketika imam membaca Fatihah juga?”
Yang seperti itu adalah boleh, tapi makruh. Sholatmu sah, tapi makruh.
Makmum boleh membaca Fatihah bersamaan dengan imam membaca Fatihah, tapi makruh.

“Kalau tidak membaca Al-Fatihah bagaimana?”
Tidak sah, karena Sabda Rasululloh saw : Tiada shalat bagi yg tidak membaca surat Al- Fatihah, demikian riwayat shahih Bukhari.
Tidak sah sholat jika tidak membaca fatihah.
Meskipun menjadi makmum, tetap wajib membaca Al-Fatihah.

Sumber: Kitab Fatkhul Mui'n.
Madzhab Syafi'i.
Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

"Mas don, misal kalo jd makmum masbuk, trus bacaan si imam uda mau ruku', sebaiknya kita ikut tapi kemungkinan ga nutut baca fatihah atau kita ikut aja tp rakaatnya ga diitung atau nunggu rakaat berikutnya?"
Sebaiknya ikut gerakan imam itu.
Jika imam sudah mau ruku', langsung takbirotul ikhrom saja. Fatihah sedapatnya, terus ikuti ruku' imam dan tuma'ninah. Itu sudah dapat 1 roka'at. Meskipun Fatihahnya gak lengkap.
Kalau kita ikut gerakan imam saat itu, otomatis keitung 1 roka'at selama mendapat ruku' dan tuma'ninah.

Senin, 19 Mei 2014

Bab Qodho Puasa


“Mas Don, apa boleh puasa Qodho Romadhon bersamaan dengan puasa senin-kamis?”
Tidak Boleh Den Bagus. Tidak boleh menyatukan puasa wajib dengan puasa sunnah. Puasa qodho romadhon itu kan wajib, sedangkan puasa senin-kamis itu sunnah. Maka tidak boleh dilakukan di satu hari dengan dua niat yang salah satunya niat puasa wajib. Puasa wajibnya harus disendirikan. Dilakukan di hari tersendiri dengan nait puasa qodho romadhon.

“Mas Don, apakah boleh puasa qodhonya di hari Jum’at?”
Tidak boleh Den Bagus jika ia puasa khusus di hari Jum’at Saja. Haram Hukumnya. Kamis ia tidak puasa, jum’at puasa, sabtu tidak puasa.
Maka itu tidak boleh. Puasa hari Jum’at harus digandengankan dengan hari sebelum atau sesudahnya.

Misalnya orang puasa di hari kamis dan ia lanjutkan di hari Jum’at, maka itu boleh. Misalnya orang puasa di hari Jumat, lalu dilanjutkan puasa di hari sabtu, maka itu boleh. Dengan di hari jumatnya diniatkan akan dilanjutkan di hari sabtu.

“Sesungguhnya hari Jum’at itu adalah hari raya kamu, maka janganlah kamu berpuasa padanya, melainkan bila kamu berpuasa sebelumnya (hari kamis) atau sesudah (hari sabtu) nya”.(HR. Al-Baazar).

Dari Junadah bin Abi Umayyah ia berkata, Aku datang menemui Rasulullah SAW bersama beberapa orang dari suku al-Azdi pada hari Jum'at. Rasulullah SAW mengundang kami makan bersamanya. Kami berkata, "Sesungguhnya kami sedang berpuasa." Rasul bertanya, "Apakah kemarin kalian berpuasa?""Tidak!" jawab kami. "Apakah kalian akan berpuasa besok?" tanya beliau lagi. "Tidak!" jawab kami. Rasul berkata, "Kalau begitu berbukalah kalian" Kemudian beliau berkata, "Janganlah berpuasa pada hari Jum'at secara terpisah," HR Al-Hakim)

“Kalau selama ini puasa qodho romadhonnya banyak di hari jum’at saja Mas Don?”
Harus diulang Den Bagus.

Tetapi, jika hari Jum’at itu bertepatan dengan hari Arofah atau yang sama dengan itu, maka hukumnya menjadi sunnah, demikian menurut jumhur ulama. Dan, jika hari jum’at itu bertepatan dengan puasa daudnya seseorang, maka ia tetap boleh puasa.

“Apakah puasa sunnah itu perlu diqodho Mas Don? Misal puasa tarwiyah, arofah.”
Tidak diqodho, jika orang itu terlewat puasa sunnah, maka terlewat pula keutamaan puasa sunnah dari orang itu. Artinya, ia tidak mendapatkan keutamaan puasa sunnah itu Den Bagus.

Dan, sebaiknya qodho romadhon adalah disegerakan Den Bagus.

“Mas Don, kalau kita belum sempat qodho puasa, atau belum sepenuhnya hutang puasa kita diqodho, lalu sudah datang puasa romadhon lagi. Bagaimana Mas Don?”

Orang itu tetap mempunyai kewajiban qodho setelah puasa romadhon yang baru itu dan wajib membayar kafarat. Kafarat bagi orang yang seperti itu adalah sebesar 1 mud makanan pokok. Jika mengikuti pendapat jumhur, maka satu mud dalam gram kurang lebih adalah 544 gram. Ada juga pendapat 675 gram. Jika di daerah itu orang umumnya makan beras, maka beras. Jika di pegunungan yang umumnya makan jagung, maka sesuai kaidah keumuman di daerah setempat.

Jumhur ulama (4 Madzhab - Maliki, Hanbali, Hanafi, Syafi'i) berpendapat bahwa selain mengqodha diapun harus mengeluarkan kafarat berupa memberi seorang miskin untuk setiap hari puasa yang belum dia qadha. Hal ini didasari pada riwayat Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan Abu Hurairah dalam masalah ini.
"Apabila tanggungan qadha puasa masih tetap (belum dipenuhi) hingga datangnya bulan puasa berikutnya maka dia wajib membayar kafarat.
(HR Baihaqi).
Semgoa Bermanfaat.

Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

Bab Qodho Sholat


"Kalau kita mau mengqodho sholat dhuhur, ashar, magrib bagaimana?”
Kerjakan sholat yang pertama ditingalkan terlebih dahulu. Dalam kasusmu Den Bagus, maka kerjakan dhuhur lalu ashar lalu kemudian magrib.
“Qodho sholatnya sesuai waktu sholatnya apa bebas Mas Don?”
Boleh sesuai waktu sholatnya, misal qodho dhuhur di waktu sholat dhuhur. Qodho ashar di waktu sholat ashar, qodho magrib di waktu sholat magrib. Dan boleh juga tidak sesuai waktunya. Misal, qodho sholat dhuhur, ashar, magrib di waktu isha. Baik hari itu ataupun hari esoknya.
Tapi yang lebih baik adalah menyegerakan mengerjakan qodho Den Bagus.

Qodho ini sesuai sholat yang ditinggalkan. Tidak boleh diqoshor atau diringkas yang mana 4 roka’at menjadi 2 roka’at. Tidak boleh dan Tidak sah.

Jabir bin Abdullah ra.meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab ra. pernah datang pada hari (peperangan) Khandaq setelah matahari terbenam. Dia mencela orang kafir Quraisy, kemudian berkata; ‘Wahai Rasulallah, aku masih melakukan sholat Ashar hingga (ketika itu) matahari hampir terbenam’. Maka Rasulallah saw. menjawab : ‘Demi Allah aku tidak (belum) melakukan sholat Ashar itu’. Lalu kami berdiri (dan pergi) ke Bith-han. Beliau saw. Berwudu untuk (melaksanakan) sholat dan kami pun berwudu untuk melakukannya. Beliau saw (melakukan) sholat Ashar setelah matahari terbenam. Kemudian setelah itu beliau saw. melaksanakan sholat Maghrib. (HR.Bukhori).

Hadist dari Imam Bukhori dari Anas R.a, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda ”Barang Siapa lupa tidak sholat, hendaklah dia mengerjakannya ketika teringat. Tidak ada kafarat baginya kecuali itu”.

“Mas Don, kalau qodho sholat yang ditinggalkan sebulan yang lalu atau setahun yang lalu bagaimana?”
Sama saja Den Bagus, kerjakan qodho sholat seperti yang kita bahas di atas.

“Niat qodhonya apakah dilafaldkan Mas Don?”
Tidak perlu. Niatlah seperti biasa. Misalnya qodho dhuhur, baik di waktu dhuhur atau di lain waktu dhuhur, ya niatnya biasanya saja.
'Usholli fardlo dzuhri arba’a roka’atin...dst'
Tidak perlu dilafaldkan qodho atau tidak. Karena niatnya sudah qodho dan itu sudah dihitung sebagai qodho sholat.

Dan, sholat yang ditinggalkan karena sengaja, lupa, ata ketiduran, tetap wajib qodo. Lalu orang yang sengaja meninggalkan sholat, maka ia berdosa dan ia tetap wajib mengqodhonya.
Semoga Bermanfaat.
Sumber: Kitab Fatkhul Qorib dan Kitab Fatkhul Bari.

Salam hangat dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb,

Duduk Tasyahud dan Bacaan Tasyahud Makmum Masbuk


“Mas Don, ketika makmum masbuk, Imam sudah duduk takhiyat akhir, makmum seharusnya duduknya bagaimana? 
Seperti duduk tasyahud awal, apa duduknya sama dengan imam tasyahud akhir?” Lebih disunnahkan duduk seperti duduk tasyahud awal yakni duduk iftirosy, makmum masbuk duduk di atas telapak kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya (mancal lantai) Den Bagus.

“Berarti kalau menyamai imam yang duduk tasyahud akhir, lalu setelah imam salam, makmum masbuk bangkit lagi untuk menggenapi roka’at yang tertingal tidak apa – apa ya Mas Don?”

“Tidak apa – apa. Seperti yang ada di kitab Majmu’ karya imam Nawawi, maka yang seperti itu juga boleh. Tapi ya itu tadi, lebih disunnahkan ia duduknya tayahud awal.

Yang menjadi patokan duduknya makmum masbuk adalah sholatnya makmum masbuk, bukan sholat imamnya. Adapun hadits “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti,” ini berlaku untuk mengikuti imam dalam hal yang zhohir. Hal zhohir yang dimaksud di sini adalah bahwa, bila Imam duduk, makmum juga harus duduk bersama imam. Adapun cara duduk imam (iftirasy atau tawarruk) tidaklah tercakup ke dalam lingkup hadits.

“Lalu, bagaimana dengan bacaannya Mas Don?”
Ketika imam tasyahud akhir, maka bacaan kita juga bacaan tasyahud akhir Den Bagus. Meskipun menurut kita sebagai makmum masbuk, itu bukan roka’at terakhir. Lalu setelah salam ya bangkit lagi untuk menggenapi roka’at yang kurang.

Dan di roka’at terakhir bagi makmum masbuk, ketika duduk tasyahud akhir, maka makmum masbuk membaca bacaan tasyahud akhir juga.
Ia tetap membaca tasyahud akhir. Hanya saja posisi duduknya duduk tasyahud awal, karena duduk tasyahud akhir hanya disunnahkan dalam duduk terakhirnya makmum masbuk, sedang duduknya makmum masbuk saat itu bukan duduknya yang terakhir. Jadi makmum masbuk itu tidak hanya duduk lantas diam namun dia membaca sebagaimana bacaan imamnya.

“Dua kali berarti Mas Don?”
Iya Den Bagus.
Intinya Den Bagus, apa yang kita lakukan setelah imam salam adalah bagian akhir dari shalat kita.

“Berarti Mas Don, misal sholat fardhu 4 roka’at (Dzuhur, Ashar, Isha), jika kita tertinggal 3 roka’at dan han ya mendapat 1 roka’at bersama imam, setelah imam salam kita bangkit lagi. Ketika kita mendapat 1 roka’at setelah bangkit lagi, kita duduk tasyahud awal. Lalu bangkit lagi untuk 2 roka’at, lalu tasyahud akhir ya Mas Don?”

Iya Den Bagus. Sampean lakukan seperti yang biasa sampean lakukan di tiga roka’at terakhir, artinya tetap tasyahud awal di rakaat kedua.
Dan juga Rosulullah SAW hanya mencontohkan duduk tasyahud akhir hanya pada roka’at terakhir saja.

“Kalau ketika subuh bagaimana Mas Don? Kan ada Qunutnya Mas Don.”

Ketika masbuk subuh, makmum hanya dapat 1 roka’at bersama imam, makmum itu juga mengikuti qunut subuh imam, lalu setelah imam salam ia bangkit dan menggenapkan roka’at dan ketika menggenapkan roka’at itu, roka’at yang kedua bagi si makmum masbuk, maka ia juga berqunut lagi. Tetap qunur di roka’at kedua sholat subuh. Kuulangi lagi Den Bagus, intinya, apa yang kita lakukan setelah imam salam adalah bagian akhir dari sholat kita.

“Dua kali qunut Mas Don kalau kasusnya seperti itu?”
Iya Den Bagus. Jika lupa tidak berqunut di roka’at kedua, maka ia sujud syahwi sebelum salam.
Sumber: Kitab Safinatunnajah dan Kitab Majmu’.
Semoga Bermanfaat.

Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.