Senin, 03 Maret 2014

Cara Menghitung Uang Riba (Bunga Bank)


Tanggal 10 Februari kemarin saya ke bank, dengan niat Menghentikan Aliran Uang Riba ke Rekening Saya.

Saya ke CS Nasabah. Ingin dihitungkan bunga yang telah masuk ke rekening saya dari awal tabungan saya sampai hari ini. Tapi ternyata tidak bisa keseluruhan. Bisanya per bulan. Dengan cara melihat buku tabungna. Ya, lihat buku tabungan.
Pertama, lihat halaman awal buku tabungan. Di situ ada ‘Keterangan Kode Transaksi’. Mulai dari penyetoran sampai Batal biaya. Dan lihat kode transaksi no. 6. Yaitu bunga. Setiap bank beda – beda ya kodenya.

Lalu, lihat print – pintan buku tabungan. Di situ ada kolom Nomer, Tanggal Transaksi sampai ke kanan, yaitu pengesahan petugas bank.
Lihat Tanggal Transaksi dan Kolom Kredit. Kolom Kredit artinya nominal bunga bank yang masuk ke rekening kita. Ada angka di situ. Itulah uang riba.
Lihat tanggal transaksi. Setelah tanggal, bulan, dan tahun transaksi, di situ ada kode transaksi seperti yang ada di halaman awal buku tabungan. Bisa ‘01’, bisa ‘6’ bisa ‘10’ tergantung transaksinya. Dan, di buku tabungan saya, kode 6 adalah kode mendapatkan uang riba itu.

Lalu, lihat saja dari awal tabungan dibuat sampai hari ini, mana – mana saja yang berkode 6 alias berkode bunga. Lalu lihat kolom kredit. Dan jumlahkan semua nominal dengan kode transaksi bunga itu. Print buku tabungan yang lengkap ya. artinya, jangan sampai putus di bulan tertentu. Cetak Buku Tabungan. Biasanya sudah dicetak setiap kali kita membawa buku tabungan ke Bank.
Saya mendapatkan angka Rp 4.680,- di rekening saya dengan kode bunga. Itulah uang riba. Lalu saya tersenyum.

“Kok Sedikit banget Mas Don?” Biar sedikit, riba tetap riba Den Bagus. Ya untuk ukuran orang yang kerjanya Serabutan seperti saya begini, mana mungkin punya tabungan yang banyak. Jadilah bunganya segitu. Bulatkan saja Rp 5.000,- biar enak ngingetnya.Bulatkan ke atas, jangan ke bawah.

Saya minta ke CS Nasabah untuk ‘Menghentikan Aliran Uang Riba’ ke rekening saya. Ternyata tidak bisa. Yang bisa menghentikan aliran uang riba ke rekening adalah rekening pemerintah. Rekening pribadi dan yayasan belum bisa. Itu di bank yang saya datangi. Tidak tahu jika di bank yang lain.

“Lalu, dengan uang riba itu, sampean bagaimana Mas Don?”
Saya ambil uang Rp 50.000,- di ATM. Dan menyisihkan uang Rp 5.000,- itu ke dompet. Jika nanti ada pembangunan got, pembangunan WC, akan saya berikan uang itu untuk pembangunan got/WC tersebut.

“Masa Cuma Rp 5.000,- Saja Mas Don ngasih buat pembangunan got/WC nya? Kasih lebih lah.”
Haha, iya iya Den Bagus.

“Kenapa tidak diberikan ke keluarga, anak yatim, atau orang dhuafa Mas Don?” Haram Den Bagus. Dosa ada di saya jika seperti itu. Berikan kepada urusan – urusan yang seperti pembangunan got, pembangunan WC, pembangunan tempat pembuangan sampah, atau semacamnya. Jangan dibuat untuk urusan pembangunan masjid, pembangunan sekolah, pembangunan sarana menuntut ilmu. Keharaman dan kedosaan menempel padamu. Tidak boleh untuk disumbangkan ke pembangunan masjid, sekolah, pesantren, panti asuhan, apalagi sampai masuk ke tubuh manusia melalui makanan. ITU TIDAK BOLEH.

“Apakah setiap waktu, setiap tahun harus seperti itu Mas Don?”
Iya, begitulah, mau tidak mau.
“Kalau menabung di bank syariah Mas Don?”
Boleh, karena akadnya dari awal adalah sharing profit. Artinya, jika ada keuntungan, dibagi, tapi jika tidak ada keuntungan, maka tidak ada yang dibagi. Sharing profit ini bukan Sharing Loss. Artinya jika bank mengalami kerugian, maka kerugiannya tidak dibagi denganmu Den Bagus. Maka uangmu tetap segitu. Haha. Maka nabung di bank syariah itu lebih baik.

-Jangan Sampai Perkara – Perkara Kecil Seperti ini ‘Nyeliliti’ di Akhirat-


Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.


Tambahan:
Dari Mas Andhito: "Bank Mand***  Konvensional bisa lho diminta dihapus bunga tiap bulanya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar