Senin, 19 Mei 2014

Duduk Tasyahud dan Bacaan Tasyahud Makmum Masbuk


“Mas Don, ketika makmum masbuk, Imam sudah duduk takhiyat akhir, makmum seharusnya duduknya bagaimana? 
Seperti duduk tasyahud awal, apa duduknya sama dengan imam tasyahud akhir?” Lebih disunnahkan duduk seperti duduk tasyahud awal yakni duduk iftirosy, makmum masbuk duduk di atas telapak kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya (mancal lantai) Den Bagus.

“Berarti kalau menyamai imam yang duduk tasyahud akhir, lalu setelah imam salam, makmum masbuk bangkit lagi untuk menggenapi roka’at yang tertingal tidak apa – apa ya Mas Don?”

“Tidak apa – apa. Seperti yang ada di kitab Majmu’ karya imam Nawawi, maka yang seperti itu juga boleh. Tapi ya itu tadi, lebih disunnahkan ia duduknya tayahud awal.

Yang menjadi patokan duduknya makmum masbuk adalah sholatnya makmum masbuk, bukan sholat imamnya. Adapun hadits “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti,” ini berlaku untuk mengikuti imam dalam hal yang zhohir. Hal zhohir yang dimaksud di sini adalah bahwa, bila Imam duduk, makmum juga harus duduk bersama imam. Adapun cara duduk imam (iftirasy atau tawarruk) tidaklah tercakup ke dalam lingkup hadits.

“Lalu, bagaimana dengan bacaannya Mas Don?”
Ketika imam tasyahud akhir, maka bacaan kita juga bacaan tasyahud akhir Den Bagus. Meskipun menurut kita sebagai makmum masbuk, itu bukan roka’at terakhir. Lalu setelah salam ya bangkit lagi untuk menggenapi roka’at yang kurang.

Dan di roka’at terakhir bagi makmum masbuk, ketika duduk tasyahud akhir, maka makmum masbuk membaca bacaan tasyahud akhir juga.
Ia tetap membaca tasyahud akhir. Hanya saja posisi duduknya duduk tasyahud awal, karena duduk tasyahud akhir hanya disunnahkan dalam duduk terakhirnya makmum masbuk, sedang duduknya makmum masbuk saat itu bukan duduknya yang terakhir. Jadi makmum masbuk itu tidak hanya duduk lantas diam namun dia membaca sebagaimana bacaan imamnya.

“Dua kali berarti Mas Don?”
Iya Den Bagus.
Intinya Den Bagus, apa yang kita lakukan setelah imam salam adalah bagian akhir dari shalat kita.

“Berarti Mas Don, misal sholat fardhu 4 roka’at (Dzuhur, Ashar, Isha), jika kita tertinggal 3 roka’at dan han ya mendapat 1 roka’at bersama imam, setelah imam salam kita bangkit lagi. Ketika kita mendapat 1 roka’at setelah bangkit lagi, kita duduk tasyahud awal. Lalu bangkit lagi untuk 2 roka’at, lalu tasyahud akhir ya Mas Don?”

Iya Den Bagus. Sampean lakukan seperti yang biasa sampean lakukan di tiga roka’at terakhir, artinya tetap tasyahud awal di rakaat kedua.
Dan juga Rosulullah SAW hanya mencontohkan duduk tasyahud akhir hanya pada roka’at terakhir saja.

“Kalau ketika subuh bagaimana Mas Don? Kan ada Qunutnya Mas Don.”

Ketika masbuk subuh, makmum hanya dapat 1 roka’at bersama imam, makmum itu juga mengikuti qunut subuh imam, lalu setelah imam salam ia bangkit dan menggenapkan roka’at dan ketika menggenapkan roka’at itu, roka’at yang kedua bagi si makmum masbuk, maka ia juga berqunut lagi. Tetap qunur di roka’at kedua sholat subuh. Kuulangi lagi Den Bagus, intinya, apa yang kita lakukan setelah imam salam adalah bagian akhir dari sholat kita.

“Dua kali qunut Mas Don kalau kasusnya seperti itu?”
Iya Den Bagus. Jika lupa tidak berqunut di roka’at kedua, maka ia sujud syahwi sebelum salam.
Sumber: Kitab Safinatunnajah dan Kitab Majmu’.
Semoga Bermanfaat.

Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

26 komentar:

  1. Sujud syahwi nya sebelum atau sesudah salam?

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah terjawab sudah pertanyaan saya berkat artikel ini , terima kasih

    BalasHapus
  3. "Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti", dari kalimat ini sudah jelas makmum harus mengikuti imam dalam kondisi apapun dan tanpa terkecuali, mulai dari posisi duduk dan posisi kaki. Imam dalam kondisi tawaruk harus ikut tawaruk, kalau sudah makmum iftirasy sudah berbeda donk akh. Sebagai contoh saja untuk seorang guru mengajarkan rumus matematika. Kalau sudah rumus diganti, sudah berbeda hasilnya. Jangan sampai penambahan-penambahan akan menjadi bid'ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Imam dijadikan untuk diikuti", maksudnya adalah jika imam berdiri, makmum ikut berdiri, jika imam duduk, maka makmum ikut duduk. Sedangkan duduk tawarruk itu untuk akhir roka'at. Jika bagi makmum belum menjadi akhir roka'atnya, makmum tersebut belum duduk tawarruk.

      Hapus
    2. Kalau penafsiran "imam dijadikan untuk diikuti" ini seperti penafsiran mas adam rahmat, artinya kita harus salam dulu dong sebelum berdiri menyempurnakan rokaat? Hahhaa

      Hapus
  4. Assalamu'alaikum, saya agak bingung klo masbuk pada shalat 4 rakaat. jika saya masbuk pada rakaat ke 3 otomatis saya kurang 2 rakaat lagi dan tidak mendapati membaca tahiyat awal. mohon penjelasan nya terima kasih, wassalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumussalam wr wb, jika masuk di roka'at 3 saat sholat 4 roka'at, maka makmum masbuk mendapat 2 rokaat bersama jama'ah. Saat takhiyat akhir jama'ah, itu merupakan takhiyat awal dari jama'ah yang masbuk tersebut (duduknya takhiyat awal, sedangkan bacaannya boleh takhiyat akhir atau awal). Setelah imam salam, maka makmum tersebut bangkit 2 roka'at untuk menggenapi. Lalu di roka'at terakhir makmum masbuk, ia duduk takhiyat akhir

      Hapus
  5. Tahiyat akhir nya imam di jadikan di tahiyat awal nya makmum masbuk

    BalasHapus
  6. Tahiyat akhir nya imam di jadikan di tahiyat awal nya makmum masbuk

    BalasHapus
  7. Saharusnya rakaat kedua kan attahiatul.. tp imam nya Langsung berdiri lg mungkin lupa. pdahal jemaah udah mengingatkan dengan mengucap subhanallah.. tp imam jojong bae.. jamaah ada yg sebagian mundur untuk sholat ulang sendri. Ada juga yg nerusin ikut imam.. saya ikut nerus.. tp di rumah saya shalat lg.. pertanyaan nya saya boleh gak sholat lg di rumah itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hukum takhiyat awal adalah sunnah. Jika imam sudah berdiri, diingatkan makmum, imam tidak perlu duduk untuk takhiyat awal, ia harus terus berdiri.
      Kenapa? karena berdiri hukumnya wajib, sedangkan takhiyat awal hukumnya sunnah. Wajib lebih utama saat itu. Makanya lebih dipilih terus berdiri.

      Yang dilakukan makmum? Seharusnya tetap ikut imam, karena masih sah sholatnya.

      Jika ada yang mundur untuk sholat ulang sendiri, mungkin belum punya ilmunya.

      Jika sudah ikut imam untuk terus, tak perlu diulang. Jika ikut terus tapi mengulang sholat di rumah boleh tidak? Tidak boleh.

      Mengulang sholat itu untuk sholat yang yakin tidak sah. Misal waktu sholat kena kotoran cicak, maka wajib diulang karena sholat tadi (yang pertama) tidak sah.
      Sedangkan kasusnya Haji Ipul, sholat tadi masih sah.

      Hapus
  8. Saharusnya rakaat kedua kan attahiatul.. tp imam nya Langsung berdiri lg mungkin lupa. pdahal jemaah udah mengingatkan dengan mengucap subhanallah.. tp imam jojong bae.. jamaah ada yg sebagian mundur untuk sholat ulang sendri. Ada juga yg nerusin ikut imam.. saya ikut nerus.. tp di rumah saya shalat lg.. pertanyaan nya saya boleh gak sholat lg di rumah itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hukum takhiyat awal adalah sunnah. Jika imam sudah berdiri, diingatkan makmum, imam tidak perlu duduk untuk takhiyat awal, ia harus terus berdiri.
      Kenapa? karena berdiri hukumnya wajib, sedangkan takhiyat awal hukumnya sunnah. Wajib lebih utama saat itu. Makanya lebih dipilih terus berdiri.

      Yang dilakukan makmum? Seharusnya tetap ikut imam, karena masih sah sholatnya.

      Jika ada yang mundur untuk sholat ulang sendiri, mungkin belum punya ilmunya.

      Jika sudah ikut imam untuk terus, tak perlu diulang. Jika ikut terus tapi mengulang sholat di rumah boleh tidak? Tidak boleh.

      Mengulang sholat itu untuk sholat yang yakin tidak sah. Misal waktu sholat kena kotoran cicak, maka wajib diulang karena sholat tadi (yang pertama) tidak sah.
      Sedangkan kasusnya Haji Ipul, sholat tadi masih sah.

      Hapus
  9. assalamualaikum, mau tnya apabila tertinggal 2 rakaat awal, atau kita gabung setelah imam tahyat awal, nanti setelah imam salam kita berdiri untuk menutupi rakaat yg tertinggal trus kita membaca fatikhah aja atau dengan surat pendek juga ya...mohon pencerahan mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waálaykumussalam wr wb, Misal sholat dhuhur tertinggal 2 rokaát, kita dapat 2 rokaát bersama imam. saat 2 rokaát yang kita dapatkan itu kita sunnah membaca surat pendek setelah membaca Al Fatihah yang wajib
      .
      Setelah imam salam, kita berdiri lagi menggenapkan rokaát, yakni rokaát ke-3 dan ke-4 bagi kita, maka saat itu kita membaca Al-Fatihah saja

      Hapus
  10. Assalamu'alaikum, jika kita masbuk pada rakaat kedua solat zuhur, ashar, isya, apakah kita harus mengikuti imam dan menambah satu rakaat lagi dan salam? lalu bagaiman tahiyat awal kita yg diganti ke rokaat ketiga kita? mohon penjelasannya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waálaykumussalam wr wb, iya benar. saat itu kita mengikuti imam. Jadi makmum masbuk hanya mendapat 3 rokaát bersama imam. Kekurangannya digenapi setelah imam salam kita bangkit lagi 1 rokaát lagi. Jadi jumlahnya 4 rokaát.

      Tidak apa - apa tahiyat awal kita yang diganti ke rokaat ketiga. Sebenarnya itu bukan tentang mengganti dan diganti, tapi itu adalah mengikuti imam jamaáh.

      Hapus
  11. Assalamualaikum.... Jika kita masbuk saat imam sudah duduk tahiyat akhir apakah boleh ? Sedangkn kita tidak mendapati rakaat sholat bersama imam. Mohon penjelasannya mas. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Wa'alaykumussalam wr wb,
      ketika imam sudah duduk tahiyat akhir, maka kita sebagai makmum masbuk, langsung takbirotul ikhrom bersamaan dengan niat sholat itu. Kemudian kita langsung duduk. Setelah imam salam, kita bangkit untuk melaksanakan roka'at. Saat itu kita tidak mendapat roka'at sama sekali bersama dengan imam karena kita masuknya waktu sudah duduk tahiyat akhir. Saat itu kita belum mendapat roka'at. Lalu bangkit untuk melaksanakan roka'at sesuai sholat tersebut. Jika sholat subuh, maka 2 roka'at. Jika sholat dhuhur, maka 4 roka'at kita laksanakan.

      Hapus
  12. Assalamualaikum. Saya mau bertanya. Saat imam tahiyat akhir, makmum masbuk duduk iftirasyi atau duduk tahiyat akhir dan bacaannya bacaan tahiyat awal atau tahiyat akhir? Soalnya ada yg berpendapat bacaan tahiyat awal. Trus saya mau menanyakan yg menyimpang dari pembahasan di atas. Saat sholat tarawih, niatnya dibaca pada awal sholat saja atau niat-sholat-salam kemudian niat-sholat-salam dan seterusnya sampai akhir. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumussalam wr wb,
      Bagi makmum masbuk, kurang beberapa roka'at untuk digenapi, ketika imam duduk tahiyat akhir, makmum masbuk duduk tahiyat awal. Karena bagi makmum masbuk itu bukan roka'at terakhirnya, ia masih harus menambahi roka'at kekurangan.

      Bacaannya tahiyat akhir. Jadi nanti makmum masbuk membaca 2 x tahiyat akhir. Satu bersama imam, satu sendiri saat sudah selesai roka'at yang digenapi.

      Niat sholat traweh dibaca setiap awal sholat, setiap 2 roka'at - 2 roka'at. Bukan niat di awal untuk 8/20 roka'at. Ia diniati terus setiap 2 roka'at.

      Hapus
    2. Oke kalau begitu. Terimakasih mas

      Hapus
    3. min,,, kalau imam udah salam,, sementara makmum masbuk belum selesai baca tahiyat akhir, apakah harus diselesaikan dulu atau boleh berdiri?
      juga kalau masbuknya saat duduk tahiyat awal,, saat duduk ,, imam sudah bangkit lagi,, apakah harus bangkit atau selesaikan dulu tahiyat awalnya?
      satu pertanyaan lagi,,,
      saat duduk tasyahud akhir,, apakah boleh cuman baca tahiyat awal saja, kalau solat sunat sendirian?

      Hapus