Sabtu, 09 Agustus 2014

Ingin Puasa Syawal, tapi Masih Punya Hutang Puasa Romadhon


"Kalau masih punya Hutang Puasa Romadhon, bolehkah Puasa Syawal?
Apakah Puasa Syawal harus 6 Hari berturut - turut Mas?"

Jika orang itu masih punya hutang puasa romadhon tapi ia puasa syawal, maka ia tidak mendapatkan keutamaan puasa syawal. Karena syarat untuk mendapatkan keutamaan puasa syawal adalah ia telah menunaikan semua puasa romadhon - dengan kata lain - ia tidak punya hutang tanggunganpuasa romadhon.

Jika masih ada hutang puasa romadhon, maka segera disahur/diganti dan baru puasa syawal jika ingin mendapatkan keutamaan puasa syawal.
Bagi wanita haid, orang yang sakit, segerakan saja qodho puasa romadhon di bulan syawal. Lalu puasa syawal setelah itu.

"Memangnya apa keutamaan puasa syawal Mas Don?"
'Barang siapa berpuasa Romadhon kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun'
(HR. Imam Muslim).

"Apakah puasanya harus berturut - turut 6 Hari Mas Don?"
Yang paling utama adalah 6 hari setelah hari raya idul fitri. Yaitu tanggal 2,3,4,5,6,7 Syawal - Menurut Madzhab Syafi'i dan Hanafi-.
Jika kita belum bisa melaksanakan di hari itu, maka boleh melaksanakannya di selain itu. Selama masih syawal. Boleh dikerjakan berurutan, boleh dikerjakan dipisah - pisah. Asalkan tidak di hari Jum'at saja ia berpuasa. Karena puasa di hari Jum'at saja adalah haram.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don...

Senin, 04 Agustus 2014

Jadilah Dirimu Sendiri


Jadilah dirimu sendiri.
Kalau biasa SMS, ya SMS saja. Tak usah mati - matian berusaha beli HP canggih supaya bisa WAan hanya karena sebab orang yang kau suka memakai WA.

Jadilah dirimu sendiri.
Banyak orang putus pacarannya, banyak orang putus tunangannya, banyak orang batal Sisetannya, banyak orang cerai karena tidak menjadi diri sendiri. Jadilah dirimu sendiri sejak awal.
Maka kau akan mendapat 
kejujuran.
Jadilah dirimu sendiri.
Jika bisanya sholat dhuha, ya sholat dhuhalah. Istiqomahlah.
Jika bisanya sholat rowatib, ya sholat rowatiblah. istiqomahlah.
Jika bisanya sedekah, ya sedekahlah. istiqomahlah.
Jika bisanya ngajar ngaji, ya ngajar ngajilah. Istiqomahlah.

Jika bisanya dzikir setelah sholat fardhu, ya dzikirlah. Istiqomahlah.
Jika bisanya seperempat juz sehari, istiqomahlah.
Jika bisanya setengah juz sehari, istiqomahlah.
Jika bisanya satu juz sehari, istiqomahlah.

Kerjakan sesuai passionmu. Jadilah dirimu sendiri.
Sukur - sukur kalau bisa nambah lebih.

Agama ini mudah.
Kita tidak harus menunaikan semua ibadah sunnah.
Cukup sesuai passion kita, sesuai kemampuan kita.
Meskipun sedikit, tapi dilakukan saban hari. Terus menerus.

Jangan sekali mengerjakan langsung banyak, nanti bisa capai, nanti bisa bosen. Santai saja. Maka kerjakan sesuai dirimu sendiri. 
Asal sedikit tapi ajeg (Bahasa Indonesia: Teratur).
Jadilah dirimu sendiri.

Salam Hangat, dari Mas Don.

Isteri Sholehah


"Isteri Sholehah itu yang seperti apa Mas Don?"
Yang jika suaminya pulang ke rumah tanpa nafkah, ia tidak mengeluh, ia tidak menggerutu. Bahkan ia bersyukur suaminya bisa pulang ke rumah dengan selamat. Dan ia mendoakan suaminya supaya esok hari dimudahkan dalam mencari nafkah.
Yang kalau suaminya tidak ada di rumah, ia menjaga harta dan keturunannya, ia tidak memasukkan laki – laki lain ke dalam rumah.
Yang kalau suaminya tiba di rumah, isterinya tidak tidur kecuali sakit.
“Kenapa begitu Mas Don?”
Masa suami tiba di rumah, isteri tidur. Lha wong suaminya pengen dilayani. Dipijeti, digawekne kopi opo teh ngono kan yo iso. Lha iki kok malah turu.
Yang menjaga aurot.
Yang jika sholat di mushola/masjid ia iziin suaminya.
Yang jika ia keluar rumah ia izin suaminya.
Yang jika suaminya menginginkannya, ia tidak menolak. Ia tidak pura – pura lelah. Ia tidak pura – pura Haid. Ia tidak pura – pura tidur.
Yang kalau suaminya menginginkannya, ia segera meninggalkan ibadah sunnahnya.
Repot urusannya kalau suami menginginkan isterinya sedang isterinya masih membaca Qur’an. “Sebentar suamiku, kurang setengah juz lagi.”
Lhah, isteri macam apa itu. Repot urusannya.
Yang kalau suaminya menginginkannya, ia segera meninggalkan urusannya. – kecuali ibadah wajib-
Yang ketika isteri akan puasa sunnah, isteri ijin suaminya.
“Kenapa harus ijin Mas Don?”
Karena siapa tahu suami menginginkan isterinya di siang hari.
Yang jika suami mau memberi makanan ke tetangga, isteri tidak menghalang – halangi.
Yang kalau suaminya mau sedekah, ia tidak menghalang – halangi dengan alasan kebutuhan lain belum terbeli.
Yang kalau suaminya membiayai biaya rumah sakit orang tuanya, isterinya tidak menghalang – halangi dengan alasan kebutuhan ini itu belum terbeli.
Yang sabar atas perangai buruk suaminya – dan ia tidak menceritakan keburukan suami dan rumah tangganya ke orang lain.
 “Kalau isteri yang rajin sholat, rajin puasa itu bagaimana Mas Don?”
Itu namanya isteri rajin ibadah. Yang seperti itu banyak Den Bagus.
 “Apakah isteri sholehah itu harus baik ibadahnya dulu?”
Tentu, harus baik ibadahnya dulu, sholatnya gak bolong. Segera qodho puasa romadhon. Dan ibadah – ibadah wajib lainnya. Baru bisa menjadi isteri sholehah.
Semoga kita dipasangkan dengan isteri sholehah.
“Aamin Mas Don.”

Salam Hangat, dari Mas Don.

Kasihan Orang NU


Kasihan Orang NU.
Dulu, banyak yang kuat nderes Qur’an Berjuz – juz sehari. Sekarang, malah kuat nderes artikel murahan di Internet.
 
Dulu, kuat nyimak kataman Qur’an. Sekarang? Nyimak Tweet, nyimak Wasap, nyimak Lain, nyimak BBM.

Kasihan Orang NU.
Gak Hafal Yasin kalau suruh hafalin sendiri.
 
Hafalnya kalau dibaca rame – rame – pas yasinan.

Kasihan Orang NU
Orang yang mati malah diurusi, orang yang hidup malah diabaikan.
Masih banyak yang fakir miskin. Masih banyak kaum melarat.

Kasihan Orang NU
Sudah nyumbang buat pembangunan mushola – masjid,
 
e malah dibilang gak peduli sama anak yatim. Ah, itu cuma kata orang.

Kasihan Orang NU
Masjid yang mereka dirikan, tanah tanah mereka, bangunannya mereka yang mendirikan, e tiba – tiba masjid yang diurusi orang NU diambil alih oleh golongan radikal, golongan yang sukanya mengafirkan umat muslim lainnya, dan juga golongan yang memaksakan kehendak.
 
Padahal sama – sama muslim.
 

Kasihan Orang NU
Setiap hari menjawab tuduhan qunut, yasinan, tahlilan, slametan, salaman setelah sholat. Dan gara – gara itu mereka lupa Ibadah. Lupa sholat sunnah. Lupa Puasa sunnah. Malah disibukkan menjawab tuduhan.
Setiap hari memberi klarifikasi qunut, yasinan, tahlilan, selametan.
Dan karena itu malah lupa ibadah buat diri sendiri.

Kasihan Orang NU
Dulu kuat nderes berjuz – juz sehari, sekarang yang dideres malah artikel.
NU 50 tahun lagi? Alah embuh, 25 tahun lagi saja alah embuh.

Yang penting, jangan lupa, Salam Hangat, dari Mas Don.

"Kasihan orang NU (orang Islam),
Setiap hari membahas furu'iyyah,
Kapan mau sukses jadi seniman, pemikir, serta peneliti di bidang lain yang juga ilmiah?" tanya Mas Shofi.