Minggu, 14 September 2014

Cara Mencuci Pakaian Kena Najis


“Bagaimana caranya supaya suci Mas Don?”
Ambil/ciduk air suci Den Bagus. Lalu siramkan air itu ke pakaian kena najis dan bersihkan sampai suci. Boleh dengan air saja, boleh ditambah sabun/deterjen. Dari atas sampai bawah. Supaya aliran air langsung jatuh ke bawah dan langsung mengalir ke selokan. Sampai hilang najisnya.

“Apa boleh direndam dan dikucek di bak air atau yang lainnya?”
Tidak boleh. Merendam pakaian yang kena najis tidak membuatnya menjadi suci. Bahkan membuat semua pakaian kena najis semua. Karena najis kena air, maka najisnya menyebar dan mengenai pakaian semuanya. Walaupun dikucek, najisnya masih di situ. Meskipun air rendaman dibuang, pakaian tetap belum suci. Karena bak air itu kurang dari 2 qullah.

Boleh dengan cara direndam dan dikucek sampai hilang najisnya selama airnya 2 qullah/lebih. Dua qullah air itu menurut Imam Nawawi +/- 174,58 Liter sedangkan menurut Imam Rofi'i +/- 176,245 Liter.
(Keduanya adalah Ulama Madzhab Syafi’i).

Jadi boleh direndam dan dikucek di danau, sungai mengalir, dan wadah yang lebih dari 2 qullah itu. Kalau direndam dan dikucek/dibersihkan di bak air yang umumnya dipunyai oleh rumah tangga, maka belum bisa mensucikan pakaian.

“Berarti dicuci di mesin cuci juga tidak bisa mensucikannya ya Mas Don?”
Tidak bisa. Mencuci/mensucikan pakaian najis dengan mesin cuci belum menjadikan pakaian itu suci. Karena ukuran penampungan air di mesin cuci kurang dari 2 qullah.

Kalau sebelum dicuci dengan mesin cuci, bersihkan dulu/bilas dulu sampai najisnya hilang dengan basuhan air suci yang air bekas basuhannya itu mengalir langsung ke bawah/selokan sehingga tidak akan mengenai kembali pakaian. Baru kemudian boleh dicuci dengan mesin cuci karena pakaiannya sudah suci.
Tapi ngemeng – ngemeng, kalau sudah suci kenapa dicuci lagi. *Jiaaahhhhh....

“Kalau mensucikannya dengan kran air yang mengalir, apakah jadi suci Mas Don?”
Boleh dan menjadikannya suci jika najisnya hilang danair bekas basuhan itu langsung mengalir ke selokan. Tidak mengenai pakaian itu.
Kalau di bak air, mesin cuci, kan ya najisnya bercampur dengan air dan di situ. Airnya dibuang ya tetap ada najis yang masih menempel di pakaian.

Pakaian najis itu ya termasuk celana dalam yang terkena air kencing. Misalnya ketika buang air kecil, setelah buang air kecil masih mengeluarkan setetes dua tetes/ lebih maka itu sudah pakaian najis. Disucikannya juga harus dipisahkan dengan pakaian yang biasa dipakai.

“Berarti membilasnya dari atas ke bawah tadi supaya najis yang lepas dari pakaian tidak menempel lagi di pakaian ya Mas Don? Supaya jatuh ke bawah langsung bersama air.”
Ya Den Bagus. Seperti itu. Kalau direndam/dikucek/dengan mesin cuci, ya najisnya akan ‘mulek’ di situ. ‘Mulek’ adalah kata dalam bahasa Jawa.

Semoga Bermanfaat.
Salam Hangat, dari Mas Don.
Wassalamu’alaykum wr wb.

3 komentar:

  1. Maaf Mau Nanya Apa Sholat Kita Sah Ketika Tidak Tahu Klo Pakaian Yg Kita Pakai Blm Suci? Saya Setelah Mimpi Basah/ Keluar Mani Selalu Mencucinya Dengan Mesin Cuci Dan Dicampur Pakaian Kotor Lainnya. Dan Satu Lagi Apa Pakaian Yg Kotor Biasa Jika Dicuci Lagi Dimesin Cuci Bersamaan Najisnya Telah Hilang?

    BalasHapus