Minggu, 03 April 2016

Pulang Kampung

Selesai rapat biasanya dapat nasi kotak ya. Lauknya daging, ayam, atau lauk enak yang lain. Kalau sudah begitu, biasanya ingat istri dan anak di kontrakan.
Eh ternyata baru inget, aku belum menikah. Jiah.
Biasanya, setelah acara tertentu, dapat kue - kue. Jadi inget istri dan anak di kontrakan. Maunya dibawa pulang, gak dimakan, buat mereka saja. E ... Baru inget aku belum ijab qobul. Jiah.
Keluar makan dengan rekan. Pesen ini pesen itu. Jadi inget istri dan anak di kontrakan. E... Lha dalah, baru sadar aku belum beristri.
Pas diklat, makan prasmanan ambil sesuka hati, kalau pas begitu, ingat istri di kontrakan. Sampai di kontrakan, baru sadar kalau belum ketemu jodoh. Jiah.
Akhirnya, ingatan itu kualihkan pada orang tuaku di kampung. Bukan berarti kelak setelah menikah gak ingat mereka lagi. Aku di rantau makan apa, orang tuaku di kampung makan apa.
Entahlah, akan kubawakan apa sebagai buah tangan. Mau kubungkuskan coto konro makassar, tapi embuh. Mau kubelikan sate kambing tetangga kecamatan, tapi embuh, orang tuaku makan daging kambing atau tidak. Entah sate atau gule. Memang aku ini anak yang embuh. Makanan pantangan orang tua saja aku tak tahu.
Biasa kalau orang desa di jawa, mendengar anaknya atau tetangganya pulang dari rantau, dari luar pulau, dari sumatra, kalimantan, sulawesi, papua, diidentikan dengan 'sudah sukses' 'sudah kaya' 'sudah berduit'. Padahal kenyataannya aku juga tak tahu. Bagiku, yang penting pulang. Mau bawa duit atau calon istri, itu urusan nanti. Namanya orang tua pasti mengerti. Yang penting jiwa dan raga selamat.
Kalau gak bawa duit, nanti dikira uangnya habis untuk senang - senang. Kalau bawa duit, mungkin jawabannya begini, "Wis Le, buat masa depanmu. Simpen saja, itu kan hasil kerja kerasmu." Memang orang tua bisa bisa saja.
Bekerjalah, manisnya penghidupan akan kau nikmati setelah lelahnya. Merantaulah, manisnya ilmu akan kau renggut setelah bersusah payah belajar.
Mencintailah, ...... (teruskan sendiri).

Wassalamu'alaykum, dari Mas Don.
-masih bandara Soekarno - Hatta, sore ini aku pulkam, entah sate atau gule-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar