Senin, 03 Oktober 2016

Pencatatan Uang Rumah Tangga


Pernah ngalamin punya duit tapi habis begitu saja gak?
“Sering Mas Don.”
Begitu juga ane Den Bagus. Ini duit kok Cuma mampir sekejap gitu saja ya, cepet habis. Karena ane gak mau kejadian begitu terus berulang – ulang akhirnya ane melakukan pencatatan Den Bagus.
“Pencatatan Mas?”
Iya Den, mencatat pendapatan dan pengeluaran sehari – hari.
Sebut saja Laporan Arus Kas.
“Wuih, apalagi itu Mas?”
Anggap saja ringkasan penerimaan dan pengeluaran kas dari suatu kesatuan bisnis untuk periode waktu tertentu.
“Buset Mas Don bisa – bisanya ngomong begituan.”
Hehe. Ini juga belajar. Dalam hal ini kesatuan bisnisnya adalah kita pribadi atau rumah tangga, periode waktunya dibuat bulanan saja dengan detail per hari (Lihat gambar). Ini untuk pegawai atau karyawan, bagi pengusaha bisa menyesuaikan.
Kita mulai dari ‘Tarikan Tunai’
“Kenapa tidak ditulis gaji Mas?”
Gaji kan yang masuk di rekening atau diterima langsung dari Bendahara Den Bagus. Sedangkan tarikan tunai adalah uang yang ente bener – bener gunakan. Beda.
Gak semua pendapatan itu digunakan, ada yang ditabung untuk investasi, spekulasi, atau jaga – jaga. Ada yang digunakan untuk konsumsi. Nah tarikan tunai inilah yang paling pas untuk kegiatan konsumsi, yang digunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Yang gak ditarik / diambil itu ditabung, biarkan di ATM saja.
“Ditabung Mas? Kenapa gak nanti saja di akhir bulan nabungnya”
Inilah yang belum disadari banyak orang. Nabung itu harus disengaja, nominalnya juga harus sengaja, bukan sisa duit di akhir bulan yang ditabung.
Nominal yang disengaja sejak awal gajian. Misal gaji 2 juta. Ada komitmen nabung 500 ribu tiap bulan, yawes yang jadi tarikan tunai itu sebesar 1,5 juta. Itulah yang ente olah dan atur. Sedangkan 500 ribu sudah pasti jadi tabungan, jangan otak – atik. Tiap bulan seperti itu.
Biar di ATM, kalau perlu buat ATM khusus menabung, setiap gajian langsung transfer nominal yang sudah ditetapkan ke ATM khusus tersebut. Sedangkan lainnya menjadi tarikan tunai. Tarikan tunai itulah yang menjadi ‘Penghasilanmu yang sebenarnya.’ Nabung itu di awal bulan ketika gajian, bukan yang sisa penghasilan di akhir bulan.
Kita kembali ke nomor 1, Saldo bulan lalu. Pos ini ada jika bulan Agustus ada sisa duit ya, lalu dibuat tambahan penghasilan di bulan September, makanya menjadi pos saldo bulan lalu.
“Kalau menghendaki ‘Sisa Duit’ bulan ini ditabung lagi gak apa – apa kan Mas?”
Ya gak apa – apa, bagus itu.
“Kalau rumah tangga gimana Mas Don?”
Misal ada uang nafkah bulanan untuk istri dan uang yang dipegang suami sendiri. Maka uang nafkah itu biar diurusin istri, memakai arus kas seperti gambar Den. Sedangkan uang yang dipegang suami untuk keperluan pekerjaannya, bensin, pulsa atau lain – lainnya ya biar dicatet suaminya.
“Ini sampean kan lelaki Mas Don.”
Ya iyalah aku lelaki Den Bagus.
“Maksudku kalau punya istri belum pernah mencatet kayak gini bagaiamana?”
Ya gak apa – apa. Diajari. Lha wong pernikahan itu bukan aku aku, kamu kamu, tapi kita, kerjasama. Ciyeileh.
Lalu aku ada sedikit tips Den Bagus.
“Apa itu Mas?”
1. Jangan minjem untuk urusan makan.
2. Jangan membuat kartu kredit. Terserah apapun kemudahannya. Itu mancing namanya.
3. Jangan sering ke swalayan atau ke mart mart itu. Disadari atau tidak, itu menguras.
4. Nginstal aplikasi online shop di smartphone itu hak setiap orang, tapi jangan banyak – banyak, itu mancing namanya.
5. Nginstal banking – banking di smartphone itu hak setiap orang, tapi jangan banyak – banyak. Itu mancing namanya. Kemudahan yang ada itu mancing. Kalau ada perlu, ya pergi ke ATM. Jangan ATM yang ada di pusat perbelanjaan. Itu namanya mancing untuk mampir.
6. Jangan sering online membuka toko online. Misal masuk kerja mulai jam 07.30 WIB, kamu online lihat online shop dulu sampai jam 08.00 WIB, baru setelah itu kerja. Itu mancing namanya.
7. Masak sendiri atau dimasakin isteri.
8. Uang parkir. Disadari atau tidak.
“Pendapatan lain – lain kok gak ada Mas?”
Nah ini nih, pendapatan lain – lain mah gak usah ditulis.
“Kenapa?”
Nanti jadi kebiasaan. Biar pendapatan rutinmu dikonsentrasikan untuk keperluan sehari – hari. Kalau ada pendapatan lain – lain, ya untuk keperluan yang jarang ditemui. Misal untuk beli tiket pesawat pulang kampung, atau bisa juga ditabung.
“Nabung lagi – nabung lagi.”
Kenapa tidak?
Termasuk bonus atau atas prestasi kinerja itu kan pendapatan lain – lain Den Bagus. Ya jangan dimasukin sebagai tambahan kemampuan ekonomimu, karena pendapatan lain – lain gak pasti tiap bulan dapet.
Pendapatan dari usaha, ya jangan masukin. Usaha ya untuk usaha, buat nambah persediaan, diputer lagi. Usaha punya pencatatan sendiri, jangan dicampur aduk.
“Kalau sedekah gimana Mas Don?”
Itu terserah masing – masing mau ditulis atau enggak.
“Sedekah kok ditulis Mas Don?”
Ya gak apa – apa, mencatat sedekah yang kamu keluarkan itu enggak menghapus pahala sedekah Den Bagus.
“Jika ada selisih antara pendapatan dan pengeluaran bagaimana Mas Don?”
Ya gak apa – apa, namanya orang barangkali lupa mencatat. Pengeluaran uang kecil seperti uang parkir, memberi pengamen di lampu merah, sedekah ke pengemis di jalan, seperti itu gak usah dicatat.
“Tapi kelihatannya kok pelit ya Mas Don? Pakai dicatat begitu.”
Ini bukan pelit Mbak Ayu, ini namanya sistematis. Ciyeileh.
Ya kita ini realistis lah ya, kaya enggak, tampang juga pas – pasan, tapi paling tidak kita ini tanggung jawab atas apa yang kita miliki Mbak Ayu.
Kalau memiliki pendapatan ya tanggung jawab,
Kalau memiliki isteri, ya tanggung jawab. Ciyeileh.
Kalau memiliki calon isteri, ya tanggung jawab, segera dilamar. Hehe. Gak kasihan apa ditinggal gitu, dinikahin kan enak dapat pahala.
Ya kita ini realistis, kita memang bukan dari golongan orang mapan, bukan dari golongan berparas tampan, tapi setidaknya kita tangung jawab. Carilah suami yang tanggung jawab, karena tanggung jawab pastilah setia. Kalau mencari istri, justru carilah yang setia. Setuju enggak?
Ciye yang diam – diam menganggung – angguk.
Oke kita kembali ke topik utama. Hehe. Maaf ngelantur ngomongin bab pernikahan. Ciyeileh.
Kalau repot mencatat di file excel, ya catat saja di HP Den Bagus, di notes tanpa keterangan juga gak masalah. Fleksibel sebisanya setanggungjawabnya.
Sekedar sharing. Barangkali ada yang berminat, enggak juga tak masalah.
Wassalamu’alaykum, dari Mas Don.
-numpak sepur asepe metu nduwur, numpak motor asepe metu ngisor, nek numpak becak asepe metu telak, ojo ngguyu ngakak yen urip lagi kepenak-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar