Selasa, 06 Juni 2017

Jika Sholat Sendirian di Mushola atau di Masjid

"Aku pernah sholat di sebuah mushola Mas. Pas masuk, ada jamaah sholat di shof belakang sendiri. Saking belakangnya, langsung membelakangi tembok Mas. Padahal shof depannya masih lengang, gak ada siapa - siapa. Mau bermakmum kok mepet tembok, takut kejengkang pas rukuk."

Wkwkwkw. Aku tahu situasimu Den.
Kamu coba mepet tembok ya, dari kepala sampai kaki mepet, lalu rukuk, kita kejengkang Den. Gimana yaendefinisikan kejengkang? Hehe. Jatuh ke depan lah ya. Rukuk lurus selurus tembok itu memang susah.



"Nah, iya Mas. Akhirnya aku bermakmum padanya, dengan posisi kaki lebih mundur sedikit dari imam. Ini hanya 2 orang Mas. Nanti siapa tahu ada jamaah lain."

Bener Den. Memang kalau sholat di masjid atau mushola, ada baiknya ambil di tengah atau agak depan. Barangkali nanti ada jamaah bermakmum. Lha wong jadi imam sholat dhuhur ashar lho ya gampang. Yang susah itu maghrib, isyak, dan subuh. Ya mungkin takut salah, takut lupa, gugup atau gimana begitu ya. Lha wong aku saja masih sering mengalami yang begituan. Padahal, pakai kulhu saja juga sudah sah.

Ini imam sholat ya, belum lagi kalau imam rumah tangga. Hehe. Tapi kalau kusebut susah, buktinya aku bisa menjalani. Kalau kusebut mudah, juga gak gampang - gampang amat. Wkwkw.
Wassalamu'alaykum, dari mas don.
-kulhu ae lek, kesuwen-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar