Selasa, 06 Juni 2017

Main HP Saat Khotbah Jum'at

Ane pernah jumatan di sebuah masjid ya. Bukan masjid dekat kontrakan. Ini ceritanya sedang perjalanan jauh. Pas khotib udah di mimbar, ada jama'ah sibuk dengan hapenya. Online. Gak cuma satu jama'ah, ada beberapa jama'ah sedang sibuk melototi layar hp.
Nah, yang seperti itu boleh gak Den?
"Enggak boleh Mas."
Bener. Itu termasuk perbuatan yang sia - sia. Sholat jum'at, mendengarkan khotbah, kesemuanya itu enggak cuma menghadirkan badan, asal duduk, asal gerak dalam sholat. Lebih dari itu. Menghadirkan badan, hati, pikiran, ketenangan batin.
Tulisan 'hp harap dimatikan saat khotbah', tulisan 'hp harap dimatikan', ya tujuannya supaya jama'ah gak mainin hp saat khotbah berlangsung. Supaya hp gak berdering saat sholat.
Begitu juga puasa, ia bukan sekedar menahan makan minum saja.
Apalagi menikah, ia bukan hanya sekedar hadirnya dua badan manusia, bertemunya kedua insan, bersamanya kedua makhluk, pernikahan lebih dari itu.
Sampai saat ini, pertanyaan yang paling sering kutemui bab jumatan adalah, "apakah sholat dhuhurnya perempuan harus menunggu sholat jumatan selesai?"
Jawabannya, sholatlah ketika sudah masuk waktunya. Adzan saat jumatan itu sudah masuk waktu dhuhur. Maka perempuan sudah bisa sholat saat itu. Ia tak perlu menunggu sampai jumatan selesai.
"Tumben Mas Don, biasanya Mbak Ayu yang tanya beginian."
Embuh Den, Mbak Ayu sudah jarang datang semenjak aku menikah.
"Mungkin dia kecewa Mas."
Halah - halah, ente ini ngomong apa.
Wassalamu'alaykum, dari mas don.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar